JANUARI [REVISI]√

JANUARI [REVISI]√

  • WpView
    Reads 1,315
  • WpVote
    Votes 275
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
Beberapa tahun tidak bertemu lalu dipertemukan kembali dengannya. Namun kembalinya dia membuat luka yang teramat dalam di hatimu. Bagaimana kamu menanggapi cinta sekian lama kau pendam lalu sirna ketika dia pergi. Lalu bersinar ketika dia kembali. Pada akhirnya akan tetap gelap setelah dia kembali membuat sepercah harapan-harapan menghilang dan tergantikan dengan kenyataan. Kisah cinta Arissa begitu blur, dipenuhi harapan-harapan yang pada akhirnya mengecewakannya. REVISI✓ REHAT✓ Mau tau kelanjutannya kisah cinta Arissa dan Januari yu baca... Maklum masih tahap belajar Yu dukung cerita saya 🙂 Pembaca terbaik ialah orang yang menghargai cerita penulis 😊
All Rights Reserved
#30
bulying
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • 5 Years Later
  • LET'S JUST BE FRIENDS [TERBIT!]
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • SalFlo
  • AMERTA : The Last Embrace
  • The First, Not the Last

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines