Enigma
  • WpView
    Reads 230
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 29, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
Kalau bukan karena Nana ingin mengambil digital pen-nya yang tertinggal di kelas malam itu, mungkin dirinya tidak akan terseret ke masalah yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi padanya. Seharusnya Nana tidak terlibat dalam masalah itu, namun dia terlalu terlambat menyadarinya. Lalu apa yang akan terjadi? Apakah hidup Nana akan baik-baik saja seperti komik drama picisan yang sering dia bayangkan? Atau malah sebaliknya? "Seharusnya kamu tahu, hidup kamu akan berubah setelah ini." copyright © 2020 by flowercony
All Rights Reserved
#153
dream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • Ruang Tanpa Suara
  • Surreptitious [END]
  • [END] My First Love Lived Next Door
  • ✔️Become The Main Character's Sister : Transmigration Story
  • Tuan Rumah di Kamar Sebelah
  • The Sister Of The Male Lead [END]
  • Shadows of the Main Story
  • KEPERGIAN SENJA
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines