VINRELIA

VINRELIA

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 20, 2020
Aurel yang berdiri sedikit berjinjit berharap buku yang yang dipegangnya bisa sampai rak tersebut, namun pergerakannya terhenti saat sebuah tangan besarnya mengambil alih buku tersebut. Aurel menoleh melihat siapa pemilik tangan tersebut yaitu Devin wajah yang datar menghiasi wajahnya " gue pikir lo tinggi " ujar Devin datar aurel mengehela nafasnya dan melirik kearah devin sebelum akhirnya turun dari kursi " gue sebatas telinga lo " Devin menyerai " tetep ajah lo gak setinggi gue " gumamnya lalu melepas tas dan jaketnya aurel memperhatikan sesaat pergerakan cowo tersebut dan dia kembali ke tugas awalnya " masih lama " tanya Devin " menurut lo " balas Aurel perkataan Aurel membuat dia bepikir 2x saat dia melihat aurel bersama gevan. selagi malvin melamun aurel menatap dia lurus kedepan aurel mendesah " pake bengong lagi " gumamnya pelan ternyata gumamannya terdengar oleh Devin, Devin pun langsung menoleh kearah Aurel " lo yakin gak butuh bantuan lagi?" aurel melirik Devin lalu dia melihat buku
All Rights Reserved
#18
girlfriends
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • POSESSIVE ARVIN [GS 2]
  • My Doctor My Bodyguard (End)
  • Friendship
  • Shivviness[END]
  • She is everything (Forever)
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • He is Cold or Warm
  • Devilicya [END]
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)

[ WARNING!! CERITA INI DAPAT MEMBUAT ANDA INGIN MEMUKUL ORANG LEWAT KARENA BAPER DAN KESAL‼️ ] Sekuel POSESSIVE DEVANO [ FOLLOW SEBELUM BACA!!! AGAR PART TIDAK HILANG-HILANGAN ] *** Arvin Kevlar Gramantha. Seorang pemuda yang mempunyai kepercaya dirian yang tinggi, juga terkenal posessive dan egois. Ia tidak terlalu datar, malah sangat ceria. "Ra ..." "Apasih," jawab Inara ketus. "Lo tau? Gue suka gaya rambut lo ini, tapi gue enggak suka cowok-cowok sialan itu natap lo kayak gitu..." Tangan Arvin terulur melepas ikat rambut Inara dengan mudahnya. Kemudian menyelipkan beberapa helai anak rambut ke belakang telinga. "... gara-gara leher lo. Cuma gue yang boleh liat, lo paham kan, my girl?" bisik Arvin tepat di telinga Inara, dengan suara yang terdengar lirih dan rendah. Kemudian tersenyum tipis. Tubuh Inara rasanya merinding, ketika hembusan napas cowok itu menyapu daun telinganya. *** ©2021 ; natzyaa Start : 01-03-21 End : -

More details
WpActionLinkContent Guidelines