Aksaya Nakula Ardhasena dan Aneira Kirani Nadaendra bukan pasangan klise yang saling jatuh cinta di pandangan pertama. Jauh dari itu, mereka lebih seperti dua kutub yang selalu berseberangan-sinis, saling sindir, dan nyaris tidak pernah terlihat akur di depan siapa pun.
Aneira, gadis yang lumayan tegas dan ber-prinsip, tak pernah bisa mengerti cara berpikir Aksaya yang arogan dan suka seenaknya. Sedangkan Aksaya, cowok dengan penyampaian se suka hati dan sikap menyebalkan, justru menganggap mengganggu Aneira adalah hiburan favoritnya sehari-hari.
Namun, dunia tidak selalu menginginkannya. Karena di balik canda yang menusuk, tawa yang ditahan, dan menyalakan yang dilemparkan, diam-diam ada perasaan yang perlahan tumbuh. Awalnya tidak ada kata romantis, tidak ada gombalan. Yang ada hanya menampilkan hal kecil yang terasa nyaman, dan kebersamaan yang perlahan menjadi candu.
Mereka tidak pernah berani jujur. Tapi dalam diam, mereka tahu hanya ketika bersama, dunia yang kacau ini terasa sedikit lebih bisa diterima.
"AksaNeira" adalah kisah tentang dua hati keras kepala yang tak sadar bahwa
mereka sedang saling menyembuhkan, satu sindiran demi satu perhatian yang tersembunyi.
Dan semuanya saya selaku author mohon maaf, nama Aneira itu dahulu nya Aleena dan Aksaya itu dahulu nya Ashley, jadi kalau ada penulisan kata yang salah saya mohon maaf, karna masih dalam perubahan satu persatu🙏
Satu hari sebelum mawar putih layu dia pernah berkata, "Jangan takut kehilangan. Karena sejatinya hidup adalah tentang kembalinya ke pelukan Tuhan."
Saffiyah adalah gadis yang menduduki peringkat akhir di sekolah hal itu membuat Saffiyah mendapatkan perlakuan kasar dari sang Papa. Disatu sisi dia juga bahagia bisa menjadi pacar dari cowok paling pintar di sekolah.
"Boo?"
"Ya."
"Saat aku udah nggak kuat untuk bertahan. Aku mau kamu tetap jadi Boo yang aku kenal. Jangan pernah berubah dan jangan pernah menyepelekan hal kecil yang membuat kamu kehilangan. Karena kamu nggak tahu kalau hal kecil yang kamu abaikan bisa menjadi penyesalan kamu."
"Saf?"
"Boo, aku udah nggak kuat. Sakit banget rasanya."