The Twilight Secret

The Twilight Secret

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 22, 2020
Perpisahan. Mungkin kalian tidak asing dengan kata itu Ini adalah cerita perpisahan antara Biru dan Oren Lorenzy Jovita Myesha gadis cantik dengan tubuh mungil menggemaskan mampu menarik perhatian cowok brandal seperti Bhintar Biru Ladzuardian Semuanya berawal dari pertemuan di kelas baru mereka Dari pertengkaran kecil yang membuat mereka merasakan perbedaan Ini tentang senja. Senja dengan sinarnya yang indah dan pancaran kedamaian yang selalu menyertainya Oren menyukai senja tetapi Biru membenci senja Akankah senja mampu membuat mereka bersama? Atau sebaliknya? Senja membuat mereka berpisah?
All Rights Reserved
#78
senang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Lentera Biru [END]
  • Jingga dan Senja 2 [PROSES REVISI TANDA BACA]
  • Saturn's Rings
  • SENJA JINGGA
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • Let Him Go (Completed)
  • Love for You

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines