Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu

  • WpView
    Reads 798
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 10, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Setiap orang mempunyai caranya masing masing dalam mencintai. Begitupun dengan Nisyah yang mencintai sosok pria yang jauh dari kata sempurna itu. Azzam Khaliff. Di sisi lain juga, ada sosok pria yang teramat mencintai gadis manis nan lembut itu dengan caranya sendiri. *** Lebih memilih bertahan untuk mencintai atau dicintai? Entahlah. Berharap agar semesta bisa berpihak pada mereka. Sehingga bisa merasakan keduanya. Hanya bisa menunggu perjalanan hidup dan cinta mereka. Waktu akan menjawab segalanya.
All Rights Reserved
#793
putihabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ranjau Waktu
  • Arafah
  • Only You (HIATUS)
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Putih Abu Abu (END)
  • With You Until Jannah √ || End
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Cinta Ajari Aku Mencintai-Nya

Banyak yang bilang, masa putih-abu adalah saat yang tepat untuk cinta bersemu. Dua hati bertemu, bunga-bunga pun bermekaran. Serasa dunia milik berdua, yang lain buang saja ke lautan. Cinta, satu kata penuh makna. Berjuta tafsiran di sandingkan padanya. Arfan dengan game? Ya, itu cinta. Toro dengan konspirasi alien? Ya, itu cinta. Pak Galuh dengan tengkorak manusia purba? Ya, itu cinta. Pak Rama dengan ulangan matematika dadakan? Jangan percaya. Kalau yang ini bukan cinta namanya. Si Bapak saja yang terlalu senang membuat muridnya menderita. Apapun pendapat kalian soal cinta, itu hak kalian untuk percaya. Merupakan hak-ku pula untuk memilih apa yang mau ku yakini. bagiku, cinta itu omong kosong, penderitaan, bajingan, menjijikkan, ku biarkan kata-kata itu tertanam dalam kepercayaan; di biarkan menggebu, bersatu dengan emosi yang semakin berkobar bersamaan dengan panasnya telinga saat mendengar kikikan Ibu di halaman belakang. Ahh, yang lagi kasmaran. Bertelepon dengan selingkuhannya lagi, tuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines