Balada Puan

Balada Puan

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 21, 2020
Terjebak dalam ruang rindu yang tak pernah dibayar merupakan santapan sehari-hari sang puan, sehingga sungai air mata menerobos keluar dengan derasnya. Senyum yang tergambar hanyalah ilusi, mengisyaratkan sang puan bahagia, padahal nyatanya hatinya hancur lebur bersama memori dan kenang. Sebuah cerita yang aku persembahkan untuk kalian semua. Terima kasih telah singgah dan menetap.
All Rights Reserved
#475
pelangi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Dan Jingga
  • Kepada sang pencipta rindu
  • My Poems!
  • Aksara Peniti Sejarah (SUDAH TERBIT)
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • IF YOU
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Mahligai Sunyi

Sequel of "FRIENDSHIP IS NEVER ENOUGH" Apa hanya sekedar ilusi, sayang? Jika berharap kau akan segera pulang. Menuntun jiwa yang tersesat menunggu terang. Desahan ilalang memaksa lupakanmu, apa artinya rindu tanpa bertemu? Deburan ombak membisik jenaka, bunuh saja puing-puing rindu tak berguna. Tenang, sayang. Sebab saya memilih bertahan, meski sakit yang saya rasakan. Saya dibuai harapan, menelusup masuk ke angan, sampai lupa pahitnya kenyataan. Ajarkan saya menerima kenyataan, agar membencimu tidak saya jadikan sebagai pilihan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines