Di Balik Bajumu (Sudah Terbit)

Di Balik Bajumu (Sudah Terbit)

  • WpView
    Reads 13,164
  • WpVote
    Votes 621
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hanum tak pernah menyangka, hubungannya dengan Dirga Prassta akan berakhir setelah tikungan tajam yang dilakukan oleh seseorang yang amat ia segani, Aris Gumelar. Kesal dengan takdir yang seolah mempermainkan hidupnya, Hanum memasang pagar pembatas tinggi-tinggi agar tak jatuh hati pada sang suami. Dia masih saja menghubungi Dirga dan mengatur jadwal untuk berjumpa. Selain itu, Hanum yang mulai mengenal dunia literasi tergila-gila pada sosok penulis misterius yang novelnya selalu best seller. *** Cerita ini dibuat untuk memenuhi tugas dari kelas bimbingan novel Babad Bumi Publisher. Cover by Ka Ristie
All Rights Reserved
#146
dirga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Game Over: Bull's Eye
  • Pelarian Romantis yang Membahayakan
  • Close But Not Happening (On Going)
  • Tiga Kanvas (TAMAT)
  • Evᥱr A𝖿tᥱr ᗯіth ϒ𝘰u ᥫ᭡ (𐒨𝘰𝗆рᥣᥱtᥱ𝖽)✓
  • Dia Dialeka [COMPLETED]
  • the boy is mine (completed)
  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • second chance (completed)
  • Aksara: Suara Jingga

[2] TERBIT 📖 - Game Over adalah nama lain dari taruhan. Game Over sedang berlangsung, tetapi tidak ada yang tahu tentang Game Over bayangan. Riri dihadapkan oleh sesuatu yang tidak biasa, yang tidak disadarinya. Tentang permainan aneh bernama Game Over yang ada di SMA Tabula Rasa yang rumornya dijalankan oleh sebuah geng rahasia. Tiba-tiba saja, bukan hanya satu cowok yang mendekat, tetapi lima. Mereka mendekati Riri dengan tiba-tiba, aneh, dan ... unik. Namun, di antara mereka perhatian Riri hanya tertuju pada satu. * "Pacaran, yuk?" "Lo ... barusan itu apa?" Riri menunduk gelisah memainkan jemarinya. "Gue nembak lo." Balasan cowok itu semakin membuat Riri sulit mengeluarkan suara dan terus gelisah menyembunyikan wajahnya yang merona. "Kalau lo setuju, kita pacaran." "Kalau enggak?" "Nggak pacaran." Riri memberanikan diri mendongak. Senyum itu lagi beserta tatapan yang akan selalu terbayang di ingatan Riri. "Ma-mau, sih," balas Riri gugup. "Gue juga mau, sih," balas cowok itu sambil menunduk dan menepuk puncak kepala Riri berkali-kali. [] copyright©2020, by sirhayani

More details
WpActionLinkContent Guidelines