Fitri dan Manaf

Fitri dan Manaf

  • WpView
    Reads 241
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 7, 2020
Pernikahan yang di jalani oleh Fitri, tidak seindah pasangan pada umumnya. Banyak melalui rintangan bahkan penuh konflik dan air mata. Sanggupkah ia menjalaninya saat kehadiran orang ketiga dan mertuanya yang ikut andil dalam permasalahan rumah tangganya. Bahkan sikap Manaf yang selalu berubah-ubah. Pria dari masa lalu Fitri pun kembali hadir dengan membawa harapan manis untuk Fitri. Bagaimanakah keputusan Fitri? Simak ceritanya ya ^-^
All Rights Reserved
#241
fitri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • As Possible
  • Ko Belum Nikah?
  • The Choice
  • Istri Tegar
  • Dia, Cinta Sekaligus Luka
  • Masih Ada Jari Yang Lain
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • SYIFA
  • Izinkan sekali saja

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines