SAD GURL
  • WpView
    Reads 307
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 23, 2021
Pernah kamu menangis hebat sampai kamu gak bisa dengerin suara kamu sendiri, Pernah kamu merasa dunia sangat tidak adil, Katanya usaha tak akan menghianati hasil. Tapi kenapa kamu masih saja gagal padahal sudah usaha mati matian. Merasa sendirian, mengemban semua beban rasa. Kamu marah sama keadaan, kamu nyakitin diri kamu sendiri, kamu benci banget sama diri kamu sendiri. Semenyedihkan itu, Kamu dipaksa untuk terlihat baik baik saja sembunyi dibalik topeng " senyuman" Padahal sebenarnya kamu rapuh, ada hal menyakitkan yang sudah membuat duniamu seakan runtuh. Kamu udah lupa sama yang namanya bahagia, saking seringnya dibuat terluka dan kecewa. Maafin semuanya ya, lepas dan ikhlasin apa yang bikin kamu jadi sakit. Semesta sedang berkerja untuk semua cita cita dan mimpimu yang mulia, Kamu layak bahagia. Semoga tulisan ini bisa jadi teman, dan bisa buat kamu yakin kalo kamu gak benar-benar sendirian, oh iya terakhir makasih udah mau bertahan 💛✨
All Rights Reserved
#578
depresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • ALEYA~~
  • GADIS LANGIT
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • BINA
  • Verronica (COMPLETED)
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines