FRIENDS WITH BENEFITS

FRIENDS WITH BENEFITS

  • WpView
    LECTURES 445
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., févr. 3, 2020
warning 21++ peringatan keras ya, bacaan ini penuh dengan adegan dewasa, mohon bijaklah dalam memilih bacaan. Entah sejak kapan Adel dan Raka terlibat hubungan ini. Yang Adel ingat sejak Raka mengetahui sisi nakalnya mereka sudah saling berdesah bersama. Adel seorang wanita yang punya phobia aneh, dia takut punya ikatan dengan manusia lain terutama manusia dengan belalai gajah di pangkal pahanya. Sedangkan Raka laki-laki yang ditinggal tunangannya menikah. "Gue itu susah tidur, cuma bisa tidur kalo nguselin leher orang. Kalo enggak minimal nih diliatin leher ama belahan dada tipis-tipis," -Rakasa Mantan Fakboy- "Udah-udah gak usah pancing-pancing gue, iman gue kuat!" 5 menit kemudian, "Ah.... ah.... enak sayang terusin ah..." -Adelia Putri Gadis polos tapi tak lugu-
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Cuddling Myself
  • crush type
  • My Regret ( Tamat )
  • SOUL.MATE = Don't Wanna Be Just Friend
  • don't tease my bodyguard
  • NIDA ( END )
  • Ghost Messenger
  • Mr. Crazy [ END ]

"Aku mau tidur sama Kakak!" teriak gue sebelum laki-laki itu pergi dari kamar ini. Ya katakanlah gue udah gila karena nerima tawaran buat tidur sama dia gitu aja. Terus apa yang gue dapet? Sudut bibir laki-laki itu tertarik ke atas. Hanya dengan matanya, gue sudah ngerasa dilucuti lewat tatapan tajam dia itu. "Sebucin itu lo sama gue?" tanya dia sambil mandang remeh ke arah gue. "Kakak ngasih pilihan..." menjeda pelan, gue neguk ludah kasar. "Dan pilihan aku adalah tidur sama Kakak," lanjut gue. Terserah dia mau bilang apa, yang penting gue juga dapet apa yang gue mau. Laki-laki bertubuh jakung dengan badan proposional itu berjalan ke arah gue yang sekarang lagi duduk di tepi ranjang. Tubuhnya membungkuk, memajukan wajahnya hingga membuat tubuh gue sontak mundur ke belakang. Namun tangan laki-laki itu justru nahan punggung gue. Mata gue melotot waktu ngerasain tangannya bergerak mengelus pelan punggung gue, dengan wajahnya yang semakin maju. Gue bahkan sudah nahan napas saking ngga siapnya dengan sikap dia itu. Jantung gue berdebar kencang seakan lagi ada pesta di dalam sana. "Lo tahu tidur yang gue maksud, ngga akan seindah tidur yang lo impikan." Dan gue tahu, sedari awal gue ngga pernah nyesel sama pilihan gue. Karena kehilangan dia, jauh lebih buruk dari pada penyesalan yang menanti di ujung sana. ••••••••• Story Written by Glynis Awnthera October 9th, 2020

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu