Seven Boys [NCT DREAM]

Seven Boys [NCT DREAM]

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 25, 2020
"Dunia itu kejam bro. Jadi kalau gak gercep dan gak berani berbuat sesuatu, ya lo bakal stuck terus di keadaan lo yang sekarang ini sampai kapanpun." -Mark. "Hidup itu bukan lelucon. Hidup bukan sesuatu yang harus dihadapi dengan santai dan gampang ditertawakan. Serius dalam menghadapi hidup itu penting, apalagi untuk masa depan." -Renjun. "Dilan emang romantis, dia juga barbar. Panglima tempur bukan yang terbaik. Yang paling baik dari yang terbaik ya panglima kehidupan yang gak akan pernah nyerah. Dan panglima kehidupan itu, GUE." -Jaemin. "Jangan bangga cuma karena punya otot manteng dan atletis. Jangan bangga kalau lo gak bisa manfaatin otot lo dengan baik. Jangan pernah pakai otot lo kalau otak masih berfungsi. Otak lebih baik daripada otot lur." -Jeno. "Yang tampan belum tentu baik. Yang jelek apalagi. Kaya gue misalnya, udah buluk dan gak baik juga. Gak baik buat kesehatan jantung kamu maksudnya." -Haechan. "Jodoh gak usah dicari. Lo mau cari ke bikini bottom pun gak akan ketemu kalau bukan jodoh lo. Daripada pusing cari jodoh, mending cari uang. Di bikini bottom banyak tuh uang. Besok gue ajakin lo ke sana naik jet pribadi gue." -Chenle. "Yang paling muda belum tentu yang paling nurut. Buktinya gue laknat laknat gemesin. Iya gak nuna nya icung?" -Jisung. Friendship adalah yang terbaik. Tentang bagaimana cara mempertahankannya lah yang paling penting. Mereka berusaha melakukan itu dengan rintangan hidupnya. Lanjutkan kisah mereka hanya di LiHae_30 -Hope you like it espesially NCTZEN-
All Rights Reserved
#826
haechan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Renjun- NCT DREAM
  • Na & Liu
  • Na Jaemin : Crazy Rich Jaemin [Completed]
  • Perihal Sandwich(End)
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa
  • Deadly Obsession | HH
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines