January
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 6, 2020
Hujan turun tak kenal waktu memecahkan keheningan memberikan embun yang membekas Sebelum munculnya pelangi yang berkelabu Payoda juga mendukungnya Sehingga tercetak akara yang nyata tanpa rasa bersalah menimbulkan bekas yang tiada tara pada kalbu manusia Sarayu yang meluluhkan Membuat kalbu tenang Meski nabastala melarang Asmaraloka pun meluluhkan Suara perlahan menghilang tercetak lukisan indah Ditangisi oleh sepasang aksa Aksa hitam legam yang sudah rimpuh --------------------- --------------------------------------- "Hei, katanya kamu hargain setiap perjuangan untuk deketin kamu. Tapi kamu kok pergi? Mana badan kamu yang kuat? katanya kamu meluk aku saat aku nangis? mana buktinya?! Hei, kamu kok pucet banget sih, kerumah sakit yuk! Jangan diem aja ih, RAYNN..RAYNNN...KAMU JAHAT YA NINGGALIN AKU." Ucapnya tersendu-sendu. Next everyone? stay tune🤙 • • •
All Rights Reserved
#624
lelah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Waiting To Be Ended
  • Waiting Without A Promise
  • AKSA
  • • EUTANASIA •
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • She(r)
  • Albel

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

More details
WpActionLinkContent Guidelines