We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Between Us

Between Us

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Rasa sakit apa yang lebih perih dari sebuah pengkhianatan? Terlalu sulit kuungkap lewat kata. Nyatanya, rasa sesak masih saja tersisa dalam jiwa. Miris. Di saat hati sudah memilih mempertahankan, tapi kenyataan lagi-lagi tak sejalan. Air mata rasanya sudah lelah untuk jatuh, lelah akan perjuangan yang rasanya seakan disia-siakan. Bodoh. Bagaimana bisa aku tak mengetahui ini? Apa sebodoh itu aku pada kenyataannya? Mengapa keinginan selalu saja bertolak belakang dengan kenyataan? Se-tak rela itukah takdir melihatku bahagia sampai menyiapkan alur cerita sedemikian menyesakkan? Teriakan tak terima yang terus kuserukan tak akan bisa melampiaskan seluruh lara. Semuanya terlalu menyakitkan, Tuhan. Ingin rasanya menjauh, entah sampai ke tempat atau alam lain. Perpisahan tersenyum lembut di depan. Hasratku mengiyakan akan hal itu. Tapi, ada 'sosok' yang tak boleh jadi korban akan egoisku. Mimpiku runtuh bersamaan dengan datangnya lara yang menusuk keras hati yang semula bahagia. Rasanya menyesakkan, sosok yang dipuja, nyatanya malah mendua. Kolaborasi dengan @NiaRamadani21
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Meraih Cinta Suamiku
  • Mahligai Sunyi
  • Angkasa Membenci Hujan (Masih Lengkap-END)
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • jangan sakiti aku
  • Bersemi Di Ujung Perpisahan

Menikah karena dijodohkan dengan seorang yang dari segala sisi sempurna Arina mengira jika dirinya akan bahagia bersama dengan pilihan orangtuanya, tapi rupanya hidup tidak berjalan seperti yang Arina inginkan. Sadewa Natareja, pria yang masuk ke dalam jajaran anggota dewan rakyat paling muda ini nyatanya tidak bisa menjadikan Arina sebagai seorang istri yang seutuhnya. Pengorbanan Arina menerimanya yang berstatus duda dan merawat anaknya yang berusia kurang dari satu tahun nyatanya tidak bisa membuat Dewa mencintai Arina seperti dirinya mencintai istri pertamanya, Husna. Dimata Dewa, Arina tidak lebih dari seorang wanita yang dipilihkan ibunya untuk menjadi teman dibawah atap yang sama dan sosok yang menjadi ibu untuk putra kesayangannya sebaik apapun Arina berusaha menjadi istri yang baik untuknya. Semua hal yang dilakukan Arina serasa tidak berarti sama sekali sampai akhirnya Arina lelah sendiri, meraih cinta suaminya nyatanya hal yang mustahil bagi Arina. Perlahan, Arina menjauh membangun benteng tinggi yang membuat Dewa tersadar betapa seharusnya dia bersyukur memiliki Arina dalam hidupnya. Sayangnya, semuanya sudah terlambat. "Mas Dewa, aku capek."

More details
WpActionLinkContent Guidelines