Between Us

Between Us

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Rasa sakit apa yang lebih perih dari sebuah pengkhianatan? Terlalu sulit kuungkap lewat kata. Nyatanya, rasa sesak masih saja tersisa dalam jiwa. Miris. Di saat hati sudah memilih mempertahankan, tapi kenyataan lagi-lagi tak sejalan. Air mata rasanya sudah lelah untuk jatuh, lelah akan perjuangan yang rasanya seakan disia-siakan. Bodoh. Bagaimana bisa aku tak mengetahui ini? Apa sebodoh itu aku pada kenyataannya? Mengapa keinginan selalu saja bertolak belakang dengan kenyataan? Se-tak rela itukah takdir melihatku bahagia sampai menyiapkan alur cerita sedemikian menyesakkan? Teriakan tak terima yang terus kuserukan tak akan bisa melampiaskan seluruh lara. Semuanya terlalu menyakitkan, Tuhan. Ingin rasanya menjauh, entah sampai ke tempat atau alam lain. Perpisahan tersenyum lembut di depan. Hasratku mengiyakan akan hal itu. Tapi, ada 'sosok' yang tak boleh jadi korban akan egoisku. Mimpiku runtuh bersamaan dengan datangnya lara yang menusuk keras hati yang semula bahagia. Rasanya menyesakkan, sosok yang dipuja, nyatanya malah mendua. Kolaborasi dengan @NiaRamadani21
All Rights Reserved
#359
problem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Narasi patah hati
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Say You Love Me Too
  • ngger adalah vandyku
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • TAK BERSAMBUT
  • Mahligai Sunyi

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines