RiSya [On Going]

RiSya [On Going]

  • WpView
    Membaca 11,522
  • WpVote
    Vote 961
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jul 1, 2022
*** "Terserah," ketus Ersya merasa jengkel karna pria ini selalu mengganggunya. Rifky tersenyum gemas melihat wajah jengkel Ersya. Jemarinya perlahan mengusap pipi Ersya, sesekali membelainya. Bagus! Tidak mendapat perlawanan. Rifky suka itu. "Lo selalu hindari gue, lo selalu ketus sama gue, kenapa?" tanya Rifky pelan. "Karna gue benci sama lo." Ersya hanya membalas tanpa menoleh ke arahnya. "Gue cinta pertama lo, dan lo masih cinta sama gue kan?" Ersya seketika menepis tangan Rifky dan terkekeh pelan, dan berusaha mengalihkan pandangannya dari tatapan Rifky. "Itu cinta monyet." "Bagi gue itu cinta suci." "Ck. Lo kira ini sinetron!" "Sya, ayo balikan sama gue. Gue yakin bisa bahagiain lo." Ersya menoleh, lalu menunjuk dirinya sendiri, lalu tersenyum sinis. "Gue? Balikan? Nerima lo lagi? Mimpi!" "Terlalu jual mahal," komentar Rifky, tanpa mendengarkan ketukan diluar sana. "Dari pada lo, murahan." Ucapan Ersya sama sekali tidak membuat Rifky mundur. Mendengar hinaan dari Ersya semakin membuatnya bersemangat untuk mendapatkannya kembali. Dasar manusia aneh. "Yah, gue akuin kemarin gue sedikit brengsek." Sialan. Sedikit katanya? "Kemarin? Seolah-olah diwaktu awal jumpa lo gak brengsek aja." Oh Tuhan. Mulut yang pedas ini, ingin sekali Rifky memakannya. ~Siapa pun, tolong beritau Ersya bagaimana cara kembali ke masalalu untuk menghapus acara pertemuannya dengan Rifky si brengsek ini.~ *** Siapa yang penasaran tentang mereka berdua, kenapa sampai seperti ini? Dan bagaimana mereka menjalani hari-hati dengan berantam? Jangan lupa baca [Follow author terlebih dahulu] Ig: @ersya_arditama @rifkyprasetyo5
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#101
cecan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • ALETA
  • THE CLIMB [Completed]
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • We Are One
  • KALINDRA
  • ||Perjodohan||✓
  • No Cerai No Pisah!
  • Converge With You [On Going]
  • dimana janji tersebut

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan