Radio Persahabatan 2020

Radio Persahabatan 2020

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 25, 2020
Sahabat? Taukah bahwa aku sangat merindukanmu? Menginginkanmu seperti dahulu saat kita bersenda gurau bersama? Membawa kenangan keujung dunia, seakan kitalah yang paling bahagia di dunia ini? Mengangankan cita-cita kita?Mengingatkan satu sama lain? Aku masih ingat ketika aku kembali "jatuh cinta" kepada seorang lelaki. Dan kau menegurku "Ukhti? Cinta sebelum pernikahan itu haram hukumnya... Kala itu aku marah, tetapi ketika aku tersadar aku mengingat betapa beruntungnya aku mempunyai sahabat sepertimu yang selalu mengingatkan kesalahan2ku. Betapa bahagianya aku memiliki sahabat seperti mu.... Juga sama ketika aku tertimpa musibah, Alhamdulillah kau selalu ada disampingku untuk menghiburku, memberiku nasehat yang menentramkan jiwaku seakan aku lupa dengan apa yang baru saja menimpaku. Dan aku bersyukur memilikimu.... Pernah kita berazzam untuk saling mengingatkan, meneguhkan, mencintai karena Allah "Ukhibbukifillah ya Ukhti" dan watawasaubilhaq watawa saubissabr.... Walaupun nanti kita harus berpisah untuk menjalani hidup kita masing2... aku dengan jalanku sendiri dan kau dengan jalanmu sendiri. Namun kita tetap mengingat satu sama lain. Tapi kini, semua itu hanya kenangan saja, seakan kau lupa pada janjimu dan tak ingin mengenalku lagi.... ingatlah wahai kawan, aku siap kau butuhkan baik kau suka maupun duka. aku siap untuk menjadi hamburan tangis bahagia maupun sedihmu.... Aku taua sekarang kau bersedih... tetapi tolong jangan kau pendam kesedihanmu sehingga aku pun ikut dalam larut sedihmu. tersenyumlah kawan... tunjukkanlah pada dunia bahwa kita mampu.... Solo, 14 Oktober 2010Dedicate for my friend in Solo Ingatlah wahai kawan...!!!! By: Khoirun Nisa Sabtu 25 Januari 2020 16.21
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cinta Selamanya [E N D]
  • HE IS MY MINE!
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • YOU
  • Thank You ( Kim Taehyung ).
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • KENANGAN INDAH BERSAMAMU

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines