Story cover for Perihal Nikah by maikat391
Perihal Nikah
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jan 25, 2020
Naila sudah cukup dipusingkan dengan urusan kantor, belum lagi ia diteror mama nya untuk segera menikah, diumur 27 tahun Naila tentu saja sudah matang untuk berumah tangga. Disaat teman serta sahabatnya sudah menimang bayi, ia sendiri masih menimang laptop kerja nya.


"Nduk, kamu kapan toh nikahnya? mama udah makin tua lho ini."

"Kapan-kapan ma. Belum ada calon." Yang dimaksud Naila belum ada calon memang benar adanya. Dipikirannya tidak pernah terbesit untuk membangun rumah tangga, Karena bagi Naila laki-laki itu sama saja.

"Makanya cepat di cari, teman-teman mama sudah pada nimang cucu, lah mama kapan?"

"Umur kamu juga sudah gak muda lagi lho nduk, sudah matang. Sudah pantas berumah tangga."

"iya ma, Naila usahain secepatnya jodoh Naila dateng."


Enjoy!

____________________________
All Rights Reserved
Sign up to add Perihal Nikah to your library and receive updates
or
#736friend
Content Guidelines
You may also like
Setelah Menikah by _lovsbook
28 parts Complete
Kayana Adhigana. Rajata Arya Danadipa, berani sumpah demi apapun kalau pria itu sungguh sangat membenci pemilik nama itu. Perempuan yang tidak pernah ia kenal sebelumnya, tau-tau masuk ke dalam kehidupannya dan secara ajaib menjadi istrinya sekaligus menghancurkan semua mimpi-mimpi besarnya. Ayahnya berkata, bahwa orang-orang seperti mereka ini tidak perlu membesar-besarkan persoalan cinta dalam sebuah pernikahan. Aryadana Ararya juga berpesan kalau cinta itu soal gampang! Cinta bisa datang dengan mudah karena terbiasa. Cukup menikah saja, maka semuanya akan beres. Tapi apa kenyataannya? Setelah menikah dengan Kayana, kebencian pria itu terhadap istrinya kian menggunung. Kian tak terbendung dan tidak bisa disembunyikan bagaikan batuk yang menyerang tenggorokannya, yang tak dapat ia tahan untuk tidak ia muntahkan. Dadanya bergemuruh tiap kali melihat Kayana. Darahnya mendidih setiap kali menjumpai bibir wanita itu mengulas senyuman. Bahkan untuk segaris senyum saja, Raja memerlukan waktu seharian untuk memperbaiki suasana hatinya. Belum lagi ketika ia mendengar Kayana berbicara. Raja tidak akan berhenti memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri, karena ingin menghilangkan suara memuakkan penuh kepalsuan itu dari kepalanya. Sedalam itu kebenciannya terhadap Kayana. Jadi, bagaimana dia bisa jatuh cinta kalau melihat Kayana saja rasanya dia tidak sudi? Akan tetapi seolah belum cukup dengan membuat Raja membenci. Perempuan tidak tahu diri itu, dengan tidak tahu malu meminta sesuatu yang tidak akan pernah bisa Raja berikan. "Saya mohon, Mas. Saya mau punya anak. Mas bisa membantu saya, kan?" Raja geleng-geleng kepala sambil berdecih jijik. Bukankah wanita ini sudah gila? Tunggu. Apakah ada kosakata yang lebih gila daripada kata gila itu sendiri? Sinting! Ya! Wanita ini benar-benar luar biasa sinting! Tapi mengapa Raja tidak suka setelah melihat Kayana hidup baik-baik saja tanpa dirinya? Apakah dia yang mulai sinting? ♡♡♡♡♡♡ Dimulai, 25 April, 202
Get Married Now! by lyantrilian
50 parts Complete
♥JANGAN LUPA FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA♥ Story 2 ✨Cover by Me (♥³♥) Menikah? Semua orang juga pasti ingin, siapa sih yang nggak ingin menikah, punya rumah tangga, ada yang nafkahi bagi istri, ada yang mengurusi bagi suami, ada teman bobo, ada--banyaklah pokoknya yang bisa dilakukan kalo udah menikah dan tentunya sudah mengantongi lebel HALAL! Seperti larutan cap tiga kaki, ck heran satu lagi kaki siapa coba. Ah nggak usah dibahas yang itu. Apalagi terhindar dari pertanyaan bodoh yang bisa bikin stres sendiri yaitu 'Kapan Nikah?' Nikah sih pingin, cuma kalo pasangannya belum ada mau nikah sama siapa hayo? Ya kali tiang lampu jalan kaya Patrick star temannya Spongebob. Ck kan nggak mungkin, bisa dikira nggak waras yang ada. Udah gitu umur ini belum tua-tua amat kali kalo belum menikah untuk sekarang, bayangkan tujuh belas tahun ditambah tujuh. Masih muda kan? Malah masih terbilang gadis. Apalagi kalo udah mulai muncul pertanyaan-pertanyaan yang membuat jengkel tapi bisa buat seseorang tumbuh uban karena menjadi buah pikiran, seperti... - kapan punya pasangan? - kapan nikah? - kapan sebar undangan pernikahan? - kapan bawa calon menantu buat mamah? Kapan-kapan aja deh! Rasanya kalo pertanyaannya gini terus penduduk pluto juga bakal pindah kali ke bikini bottom, karena lebih baik tetanggaan sama Spongebob ketimbang sama orang nyinyir tentang hidup orang! - - - - - - Gimana Deskripsinya, udah ada gambaran gimana alur cerita ini? Kalo masih penasaran langsung aja, klik lanjut dan tunggu aku untuk UP ya... ⚠️ Don't copy my story, because my story isn't worth copying⚠️ INGAT SELURUH HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG UNDANG!! Jangan lupa untuk memberi dukungan kepada cerita ku yaaa🤗
You may also like
Slide 1 of 10
Marrying My Best Friend cover
Setelah Menikah cover
Menikahi Sahabat Ibuku cover
Backstreet In Office [Tersedia Di NovelLife] cover
Get Married Now! cover
Istri Cadangan cover
Jodoh itu, Ketuk Pintu! [TAMAT] cover
Jodoh di tangan mama ✔ cover
Terlanjur Resepsi cover
MAS SUAMI (END) cover

Marrying My Best Friend

9 parts Complete

SEBAGIAN PART AKAN DIUNPUBLISH PER 5APRIL2017 KARENA KEPERLUAN PENERBITAN =========================================== Vanessa menggeleparkan tubuhnya sendiri seperti orang kesetanan sambil merengek kesal, "Gue sebel By! Gue sebeel!!" Kini giliran Abby yang menopang kepalanya santai sambil memperhatikan ke-exorcist-an perempuan itu yang sudah sangat normal dilihatnya. "Mau kawin kek, mau nggak kawin kek, itu kan urusan gue! Kenapa yang namanya emak-emak musti rempong ngurusin gituan sih?!" Vanessa merengek dalam monolognya. "Nyokap lo suruh lo kawin emang udah ada calonnya?!" tanyanya retoris karena tahu dengan jelas bahwa sahabatnya itu sedang tidak berpacaran saat ini, "Lempar balik ke nyokap aja," usulnya. "Itu dia!" kata Vanessa terlihat semakin depresi, "Nyokap mau nyomblangin gue sama kenalannya! Mending cakep! Udah gendut, jelek, tua lagi!" dia mengidikkan bahunya seolah-olah sangat jijik saat bayangan lelaki yang dideskripsikannya itu masuk dalam pikirannya. "Mendingan gue sekalian kawin ama lo kali, nyong!" Abby terdiam beberapa saat sebelum kemudian dengan santainya melanjutkan, "Ya udah gitu aja." "Ha?" "Merit sama gue aja, Va." _____________________________________ Start 20 September 2016 End 13 November 2016