We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ELORASHA
  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Siap-siap hujan akan turun dengan derasnya kenangan. Dinginnya kerinduan. Basahnya tangisan. Dan butuh kehangatan dari seseorang. Bersama air hujan yang turun malam ini kujatuhkan sebuah perasaan yang menjelma air mata. Menyadari bahwa hujan adalah anugerah terindah dalam hidupku. Namun ketika hujan menemani ternyata ada yang tersakiti, matahari dan siang. Matahari terus pergi hanya untuk mewujudkan keinginan sang awan untuk ditemani oleh sang hujan, hingga akhirnya siang pun selalu berganti dengan gelap. Sama seperti diriku ternyata hujan tak selamanya menemani dia hanya ada ketika mau. Tidak dengan matahari dan siang dia selalu ada di waktu yang tepat~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hate Rain
  • In a Rainy Season
  • RAIN
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Tentang Hujan
  • Rainy Day
  • IT HURTS
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Gadis Hujan

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky

More details
WpActionLinkContent Guidelines