Story cover for ELORASHA by AdeliaFebriani369
ELORASHA
  • WpView
    Membaca 316
  • WpVote
    Vote 74
  • WpPart
    Bab 8
  • WpView
    Membaca 316
  • WpVote
    Vote 74
  • WpPart
    Bab 8
Bersambung, Awal publikasi Jan 25, 2020
Siap-siap hujan akan turun dengan derasnya kenangan. Dinginnya kerinduan. Basahnya tangisan. Dan butuh kehangatan dari seseorang.

Bersama air hujan yang turun malam ini kujatuhkan sebuah perasaan yang menjelma air mata. Menyadari bahwa hujan adalah anugerah terindah dalam hidupku.

Namun ketika hujan menemani ternyata ada yang tersakiti, matahari dan siang. Matahari terus pergi hanya untuk mewujudkan keinginan sang awan untuk ditemani oleh sang hujan, hingga akhirnya siang pun selalu berganti dengan gelap. 
Sama seperti diriku ternyata hujan tak selamanya menemani dia hanya ada ketika mau. Tidak dengan matahari dan siang dia selalu ada di waktu yang tepat~
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan ELORASHA ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Tentang Hujan cover
Alena, Si Gadis Hujan cover
In a Rainy Season cover
Dalam Rintik yang Sama cover
Rainy Day cover
Haters and Lovers of Rain [END] cover
I Hate Rain cover
RAIN cover
Rianbow [SHS 1] cover
Hujan di Malam Hari cover

Tentang Hujan

13 bab Lengkap

Aku hanya diam, dan orang lain lalu lalang. Aku berdiri di sudut sebuah terminal, menunggu bus yang akan mengantarku berangkat ke sekolah. Mungkin tak tepat juga dikatakan menunggu bus, karena bus yang menuju ke arah sekolah sudah dari tadi berangkat, dan aku melewatkan banyak bus, menunggu hujan reda. Bukannya aku tak suka hujan, aku hanya tidak membenci hujan. Biasa saja. Hanya air yang turun dari langit, itu saja. Tapi banyak orang yang menanggapi hujan dengan berlebihan, seperti yang ada di sekitarku sekarang. Terlihat seorang ibu-ibu yang membawa dagangan yang akan dijualnya di pasar repot menutupi barangnya agar tak kebasahan. Ada seorang bapak yang mondar-mandir dan memakai telepon genggamnya, sepertinya dia seorang bos suatu perusahaan, dia terlihat memaki-maki, bukan memaki orang yang ada di seberang telepon, tetapi memaki hujan. Hujan, kau mau apa sebenarnya?