Ketika Fajar Tiba

Ketika Fajar Tiba

  • WpView
    Прочтений 1,689
  • WpVote
    Голосов 596
  • WpPart
    Частей 5
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published втр, мар. 3, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Теги58-school
Akankah Lira dapat bertahan didunia yang suram ini? "Aaaa....aaku menyukaimu sejak pandangan pertama", pernyataan Fajar dengan segala kegugupannya. "Apa aku bisa mempercayaimu?"...ungkap Lira dalam hati. Dengan merenung sejenak...."Itulah alasanku untuk terus ada di dunia ini, kaulah semangatku. Beranikah aku menerimamu? karena setiap orang yang dekat denganku begitu banyak yang pergi. Akankah kau juga sama halnya dengan mereka? Ataukah kau suatu keajaiban yang dikirim untukku?" "Hei, Lira....?" panggil Fajar, hingga menyadarkan Lira dari renungannya. Akankah Lira dapat bahagia? _yuk baca kelanjutannya._
Все права сохранены
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • AIRen
  • My Cute Assistant ( Delynn X Lily FanFic)
  • With You (Chikara)
  • ALLAND
  • Cahaya Dirimu
  • THANK YOU MAHESA
  • Cinta KenRi
  • Tentang Waktu (End)
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту