KING OF BULLYING

KING OF BULLYING

  • WpView
    Reads 721
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 12, 2020
prolog ARIF ADITYA, siapa yang tidak mengenalnya?? Seorang MOST WANTED di SMA MERPATI yang menjadi idaman para wanita karena wajah tampannya. Ia juga dicap sebagai KING OF BULLYING oleh semua murid SMA MERPATI. Arif memiliki empat teman yang sangat dekat dengannya, mereka Akmal Fauzan, Naufal Pratama, Imelda, dan Angel. Mereka berlima senang membully Bintang, seorang gadis cupu yang sangat ia benci. BINTANG ADWITYA AVELINE seorang gadis yang memiliki wajah cantik, hidung mancung, kulit putih mulus, dan bibir kecil berwarna pink alami. Tapi sayangnya bintang selalu berpenampilan cupu untuk sehari harinya. Walaupun cupu dia lahir dari keluarga kaya raya dan terpandang. Dia juga sering dijadikan bahan bully an disekolahnya siapa lagi jika bukan ARIF dkk yang mendapat julukan KING OF BULLYING
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEFENDER [End]
  • FLASHBACK || Antara Nefa Dan Rendi [SELESAI]
  • My Boy VS My Brother
  • Eramnesia
  • Perfect Senior
  • AZKA
  • DAKSA [END]
  • Imaginary Boyfriend
  • KEARA (Keanu & Aura)✓

©2019 Story by Dallas_93 . . . . . MY 1ST TEEN STORY Tak pernah ada kata terucap dari mulut Davian tentang apa yang selalu dilakukannya terhadap Safaa. Gadis cupu dan dicap sebagai nerd di SMA Pelita Bangsa yang selalu menjadi bahan bullyan di sekolahnya. Kalau Safaa dihina, Davian datang menghalau. Kalau Safaa disakiti, Davian datang menolong. Kalau Safaa dipermainkan, Davian datang menghentikan. Bahkan, ketika Safaa dipermalukan, tubuh tegap Davian hadir melindungi Safaa. Banyak hal yang sudah dilakukan Davian untuk Safaa, namun sekalipun tak pernah terucap dari bibir Davian, bahkan hanya untuk sekedar berbasa-basi menyapa Safaa. Di hari-hari biasa, ketika mereka berpapasan, Davian menampilkan sikap seolah ia dan Safaa tidak pernah saling mengenal. Namun, ketika sesuatu terjadi pada Safaa, Davian akan hadir di barisan paling depan untuk menolong Safaa. Banyak hal yang harusnya ditanyakan oleh Safaa, namun hal itu tidak berani Safaa utarakan. Hingga ia, hanya mampu menganggap Davian sebagai pelindung sekaligus pembela dirinya. Namun hatinya, berkata lain. Benarkah hanya itu saja? --- "Aku perlu kejelasan," ucap Safaa sambil menunduk pada Davian yang sedang berdiri di hadapannya. Davian hanya terdiam, sambil menautkan satu alisnya. "Kejelasan?" Safaa mengangguk. "Atas sikap kamu selama ini." Mendengar itu, Davian tersenyum tipis. "Biarkan Tuhan yang memberi kejelasan, tunggu saja ya, paling telat lima tahun lagi kita bertemu di pelaminan," kata Davian santai, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Safaa yang mematung dibuatnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines