Princess Don't Cry (Slow Up)

Princess Don't Cry (Slow Up)

  • WpView
    Lecturas 77
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 24, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Genre: [Romance-Humor-Sad] Niat ingin memulai kisah baru karena sudah lama ia hanya menjadi seorang yang anti Sosialisasi, malah berujung kesialan. Mimpi apa ia semalam, sampai harus menjadi babu si Pangeran sekolah untuk sebulan lamanya? Padahal kan niatnya ingin menuntut ilmu, tapi kenapa malah harus bertemu dengan lelaki menyebalkan itu? Ia sadar bahwa ia lemah, jadi ia memilih pasrah. Lagi pula ia memang bisa membantah? Perlahan ia mulai terbiasa menjadi babu si Pangeran, dan perlahan pula rahasianya terbongkar. Meskipun tidak mudah untuk melalui semuanya, apalagi traumanya masih sering muncul. Apa yang orang-orang rasakan jika selalu bersama setiap harinya? Nyaman bukan? Dan itulah yang dirasakan olehnya, terlebih si Pangeran Sekolah itu mulai baik padanya. Sayangnya hal itu hanya bertahan sebentar, ada yang mengadu-domba keduanya tentang apa yang tidak mereka lakukan. Kedekatan keduanya merenggang, bahkan lebih parah dari hari pertama mereka bertemu. Akankah mereka mampu melewati masalah itu? Bisa kah mereka menyatukan perasaan yang mulai mereka sadari?
Todos los derechos reservados
#201
twins
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Our Times (Completed)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • End My Story [Complete]
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Become an Extra or Main Character [END]

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido