Story cover for khalista by tiaranrn_
khalista
  • WpView
    Reads 438
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 438
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Jan 26, 2020
"menurut lo apa yang lebih menyakitkan dari perginya seseorang?" Sambil melirik iel.

"Jatuh cinta sama orang yang gak mau di cintai," balas iel dengan nada meledek.

Khalista memilih mengalihkan pandangannya, daripada harus membalas pembicaraan iel.

"Hahah.."

"Kok lo ketawa sih?" 

 iel mendekatkan bibirnya tepat di telinga Khalista. "Abisnya lo aneh."

"Maksudnya?" Khalista menjauhkan kepalanya dari iel.

"Lo tau? Semua orang pasti bakal pergi."

"Karena yang jadi penulis di sini bukan lo, atau orang yang ada di hidup lo, tapi tuhan." 

"Kepergian itu pasti bakal terjadi, apalagi soal kepergian kematian, ini udah mutlak dari tuhan."

"Siapa pun pasti bakal pergi, cepat atau lambat ta," iel membenahi tatanan rambut Khalista, yang tertepa angin sore.
All Rights Reserved
Sign up to add khalista to your library and receive updates
or
#39januar
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS] cover
SENANDIKA (Zeedel) cover
[2] Keluarga Kaktus | Ondah Family cover
between love and edelweiss 2 [END] cover
Till I Meet You cover
Cinta Sang Prajurit (END) cover
Antara Pilihan Berat Kamu Atau Dia { HIATUS } cover
Langitra  cover
SHEFAYRA cover

You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]

12 parts Complete

|Nyatanya saya sendiri yang berjuang dan endingnya adalah kamu pergi setelah yang saya perjuangan. Jika memang begitu let's see karma, dude.| -Rianna Louis Gabriella "gue bingung na, saat lo mutusin buat pergi dari hidup gue rasanya semua gelap. Gak ada yang harus gue perjuangin buat hidup." Lirih devanno. "lo hidup bukan buat gue aja no, lo bisa buka mata lo lebar lebar and see? Di sekitar lo ada orang orang yang jauh lebih sayang dan harusnya itu bisa jadi alasan lo buat bertahan dan bangkit". Ucap Anna. Devanno menggelengkan kepalnya cepat, Anna tidak mengerti apa yang devanno inginkan. Anna tidak pernah tahu sulitnya melewati hidup tanpanya. Seketika Devanno menggenggam tangan Anna dengan erat. "gue bakal bikin lo jatuh kepelukan gue lagi na, gue gak bakal biarin lo sama yang lain, lo bisa hitung waktu dari sekarang" ucap Devanno dengan serius. Anna hanya terdiam meresapi kalimat demi kalimat yang di ucapkan Devanno. Hingga Anna sadari Devanno sudah hilang dari hadapannya. "Lo gak bisa seenaknya no, gue udah gak mau". Ucap Anna mantap dan tegas. Anna menatap vanno dengan tatapan tajam dan serius. Setelahnya Anna pergi ditemani airmata yang terus mengalir dari pelupuk matanya. [Jika yang kamu mau aku dapat karma, aku bisa apa? Let's See, Honey. Semoga tuhan tidak berpihak padamu]- Devanno Guetta