Di antara Peluru dan Pengabdian (Slow Up)
Zara adalah seorang tentara berpangkat Letnan Dua(Letda). Hari itu, ia di tugaskan oleh markas untuk melakukan sebuah penggerebekan di gedung tua yang di duga menjadi tempat persembunyian teroris berbahaya. Di saat sedang melakukan penggerebekan, Zara tertembak parah di bahunya 7 peluru bersarang, di perut 2 peluru bersarang, dan 1 peluru lagi bersarang dekat jantungnya. Akankah Zara tidak selamat dari tembakan itu, dan meninggal di tempat. Atau, malah Zara bisa selamat namun kritis?.
"Yang kuat, nggak selamanya kuat.
Dan yang lemah, nggak selamanya lemah.
Ada suatu saat kita yang kuat juga dibuat lemah oleh keputusasaan, oleh takdir... yang nggak bisa kita hindari.
Tapi ada juga suatu saat kita yang lemah bisa jadi kuat, karena semangat, tekad, dan prinsip..."
β€ πππ©π£ππ£ πΏπͺπ πππ§π
πΏπππΎππΌππππ:
πΎπππππΌ πππ πππππΌππΏπππ πππππ πππππππ πΏπΌπ πππΏππ. ππΌππ πππΏπΌπ ππππππΌππ½πΌπππΌπ πππππΏπππΌπ πππΌπ
ππππ πΏπΌπ πΏπππππ ππΌππ πππ½πππΌππππΌ!!!!!
Jangan lupa vote+komen yaaa!!!!
Arigatou!!! π€