Story cover for KAIVAN by citramhrn23
KAIVAN
  • WpView
    LECTURES 4,074
  • WpVote
    Votes 166
  • WpPart
    Chapitres 4
  • WpView
    LECTURES 4,074
  • WpVote
    Votes 166
  • WpPart
    Chapitres 4
En cours d'écriture, Publié initialement janv. 26, 2020
"Apa yang gw udah gw klaim jadi milik gw, ngga bakalan gw lepas."
-Kaivan Brawijaya

"kadang gw bingung sama sikap lu yang perlakuin gw seakan akan gw itu milik lu padahal kita hanya sebatas sahabat."
-Kaila margenta

Apa jadinya kalau dirimu terjebak oleh cowok yang terlalu posesif bahkan overprotektif terhadap dirimu padahal hanya sebatas sahabat tidak lebih?

"jangan deket sama laki-laki lain selain gw Kaila ngerti?!!". ucap Kaivan dengan nada membentak.

"i-ya kaivan" jawab Kaila dengan gugup dan terkejut dengan nada membentak dari Kaivan.

bagaimana nasib seorang Kaila margenta saat menyadari perubahan sifat Kaivan yang lama kelamaan menjadi posesif bahkan overprotektif?
apakah Kaila akan sanggup menghadapi sifat posesif dan overprotektif milik Kaivan atau menyerah?
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter KAIVAN à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#2pshychopath
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Toxic Relationship, écrit par Syafaranq
12 chapitres En cours d'écriture Contenu pour adultes
Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu *** "Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama. Tidak mungkin! Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai. "Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar. Kris terdiam. "Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya. Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna. Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris. "Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama. Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini." Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris. "Sial!" umpat Kaluna. *** Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.
Little Fireflies , écrit par Trytoolove
5 chapitres En cours d'écriture
"love is not only for strong man and soft woman, love cannot be defined" Karena kecerobohan kakaknya yang menabrak seorang pemuda hingga mengalami lumpuh kaki lalu kabur keluar negeri begitu saja dengan alasan bisnis, Green Arcadesia wanita karier kaya raya dengan sifat dingin dan kulit tan skin exotics yang menjadi ciri khasnya harus menggantikan menanggung tanggung jawab kakaknya dan menikahi pemuda itu. Pemuda lemah bernama Noir lunox valdeza, pemuda berwajah manis dan kulit putih pucat yang telah seratus persen kehilangan arus hidupnya karena kecelakaan yang menimpanya, pemuda yatim piatu dan pemuda dengan trauma yang besar pada orang asing. Apakah pernikahan itu akan membuahkan hasil yang baik? atau malah hanya akan dipenuhi dengan huru hara keributan rumah tangga? dan bisakah noir luluh pada green? atau akan terus membenci wanita itu karena ia adalah keluarga dari seseorang yang telah merenggut kehidupan normalnya? spoil: "Aku gak mau makanan beracun itu!! singkirin makanan itu dari hadapan aku!!" teriak pemuda itu sambil melemparkan barang barang di sebelahnya dengan brutal pada seorang wanita tinggi yang tengah memegang nampan makanan di depannya. wanita itu menghela nafasnya kala lemparan pemuda itu mengenai pipinya dan membuat pipinya tergores hingga berdarah ia kemudian melangkah mendekat, meletakan nampan yang telah berantakan itu di atas nakas dekat kasur si pemuda lalu kemudian duduk di sebelah pemuda yng kini hanya berani memeluk bantal karena ketakukan dan tak ada lagi benda yang dapat dilempar olehnya "menjauh" lirih pemuda itu takut "tenang, ini saya green jangan khawatir, orang yang buat kamu terluka sudah pergi jadi jangan takut, lihat wajah saya noir jangan terus menunduk" kata wanita itu sambil mengusap rambut pemuda di depannya dengan lembut
ADIKARA ELUSIF, écrit par blackcurrantbery
40 chapitres En cours d'écriture
Baca lapak sebelah dulu biar nyambung, baca DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Toxic Relationship cover
ARSEN [TAMAT] cover
GAREL ; POSESIF BROTHER  cover
Sketsa Senja cover
Be with you cover
DIA JEVANO || END cover
Little Fireflies  cover
Pick Me, My Kalela! cover
[MTS 1] More Than Possessive [Sudah Terbit] cover
ADIKARA ELUSIF cover

Toxic Relationship

12 chapitres En cours d'écriture Contenu pour adultes

Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu *** "Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama. Tidak mungkin! Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai. "Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar. Kris terdiam. "Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya. Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna. Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris. "Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama. Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini." Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris. "Sial!" umpat Kaluna. *** Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.