Dia Adara

Dia Adara

  • WpView
    Reads 3,201
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita pendek untuk orang DEWASA.. Hanya untuk 18+ Aku begitu menyesal mengabaikan intuisi ku semenjak pagi tadi. Aku tau, hari ini akan menjadi buruk. Bahkan kini kenyataannya, tidak akan ada hari yang lebih buruk dari hari ini... Diantara kebingungan dan kegamangan hati, suaranya kembali berbisik disamping telingaku.. "Aku tidak punya waktu semalaman Dara, apa keputusanmu?" Aku bisa merakan nafas hangatnya sampai ke sisi leherku. Suara beratnya begitu rendah namun sanggup membuat indera pendengaranku tuli. Nafasnya yang tenang membuatku sesak seketika. Mustahil berfikir jernih disaat seperti ini... Diantara air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata ku, bayangan Kakakku bermunculan di dikepalaku bagaikan rentetan kejadian film. Kakak yang selalu ku sayangi..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nothing, But You...
  • My Darkness Girl[TAMAT]
  • LOVE, LUST, & LIFE DEMANDS - A Wattpad Romance by DIAN NITA S.
  • The Heart Between Us [END]
  • Fase dalam Lingkaran [Selesai]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • My Body My Choice
  • DARKA

Romance story about Arlita dan Arnanda. Arlita Naraya Tirta Rutinitas sehari-hariku sering dibilang membosankan oleh banyak orang, termasuk teman-temanku. Bagaimana tidak, setelah 5 hari bekerja dari pukul 8 hingga 5 sore, tak membuatku berkeinginan berlibur atau sejenak keluar untuk menenangkan pikiran di saat weekend tiba. Beberapa kali temanku mengenalkan seorang pria untuk sekedar mewarnai hidupku yang membosankan itu, namun aku tak pernah menanggapinya lebih. Hingga aku bertemu seorang pria yang membuatku terpukau saat pertama kali mendengar suaranya. Entah mengapa, aku menyukai suaranya. Lalu pertemuan-pertemuan lainnya yang tak ku sengaja terjadi membuatku menaruh hati pada pria itu. *** Arnanda Narendra Bimana Di umurku yang sudah menginjak 35 membuatku selalu dikejar oleh pertanyaan yang muak ku dengar. Segala ide perjodohan yang keluargaku dan kawan-kawanku atur tak ada satupun yang membuatku berkeinginan untuk mengenal lebih jauh wanita-wanita itu. Penampilan ala kadarnya itu membuatku terpana, aku tak pernah melihat perempuan yang seperti itu. Daster sepaha dengan warna yang sudah pudar, wajah yang tak dihiasi make up, dan dengan rambut yang asal-asalan ia cepol. Namun, entah parfum apa yang ia pakai hingga tercium olehku. Lalu untuk pertama kalinya sejak sekian lama, hatiku berdebar mendengar perempuan yang tak ku ketahui namanya itu memanggilku dengan "mas". Hatiku tergelitik ingin mengenalnya lebih jauh. Tidak, aku ingin memilikinya saat itu juga. Konyol memang, namun aku tak mampu membohongi diriku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines