Dia Adara

Dia Adara

  • WpView
    Reads 3,197
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 9, 2020
Cerita pendek untuk orang DEWASA.. Hanya untuk 18+ Aku begitu menyesal mengabaikan intuisi ku semenjak pagi tadi. Aku tau, hari ini akan menjadi buruk. Bahkan kini kenyataannya, tidak akan ada hari yang lebih buruk dari hari ini... Diantara kebingungan dan kegamangan hati, suaranya kembali berbisik disamping telingaku.. "Aku tidak punya waktu semalaman Dara, apa keputusanmu?" Aku bisa merakan nafas hangatnya sampai ke sisi leherku. Suara beratnya begitu rendah namun sanggup membuat indera pendengaranku tuli. Nafasnya yang tenang membuatku sesak seketika. Mustahil berfikir jernih disaat seperti ini... Diantara air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata ku, bayangan Kakakku bermunculan di dikepalaku bagaikan rentetan kejadian film. Kakak yang selalu ku sayangi..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Anatomi Bahasa Indonesia
  • My Darkness Girl[TAMAT]
  • Rumahku, di Hatimu (The Beginning of Undeniable Love Series)
  • The Heart Between Us [END]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Night Has Change~
  • Kebodohanmu Akhir Cerita Kita (TELAH TERBIT)

Satu kalimat pendek bisa membelah sunyi-dan membuka tubuh yang selama ini terkunci. Di balik wajah guru yang tertib dan kata-kata yang tertata, tersembunyi perempuan yang tak lagi yakin siapa yang sebenarnya ia sembunyikan: dirinya... atau hasratnya. Ketika tatapan seorang murid mulai membaca lebih dalam dari teks pelajaran, batas antara bahasa, tubuh, dan keinginan mulai kabur-dan dari situlah segalanya berubah. Rita Melina, guru yang selalu tampil sopan, tahu betul cara menyusun kalimat-tapi ia tak pernah siap saat tubuhnya sendiri mulai menjawab sesuatu yang tak tertulis. Nara Pradipta, murid berwajah tenang dan mata tajam, tak pernah menyentuh, tapi melihatnya dengan cara yang membuat kerudung terasa sempit dan napas jadi pendek. Mereka bermain di zona abu-abu: bukan cinta, bukan kuasa, tapi tarikan purba yang tak bisa ditata seperti paragraf ajar. Dan Kara, kakak Nara yang menyimpan sejarah luka dan dosa, melihat semua itu dari jauh- tahu persis betapa cepatnya sebuah godaan bisa berubah jadi kehancuran... dan masih tetap menikmatinya. DISCLAIMER: Sebelum melangkah lebih jauh, ingatlah bahwa kisah ini tidak untuk semua orang. Ia menyelami ranah erotika yang terbuka tanpa tedeng aling-aling, menyingkap hubungan badan secara gamblang, dan meraba batas-batas tabu yang selama ini terpendam. Jika kamu berani menghadapi realita yang kadang tak nyaman dan penuh gairah ini, bacalah dengan hati yang siap dan pikiran yang terbuka. Namun, jika rasa waspada menggelayut, jangan dipaksakan-karena tidak setiap jiwa mampu menelan cerita seperti ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines