Story cover for Mind by giniiiiiv
Mind
  • WpView
    Membaca 117
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 5
  • WpView
    Membaca 117
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 5
Bersambung, Awal publikasi Jan 26, 2020
"Memenggal diri dalam belenggu dunia tanpa berfikir apa akibatnya, lalu kita ini siapa?
Manusia tanpa cela atau makluk Tuhan penuh dosa?"

-Sebuah ulas keluh kesah hidup seorang yang tidak pandai bersyukur-

Cover By: Pinteres
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Mind ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#48boring
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going) cover
About My Poem cover
Rangkaian Kata (Completed) cover
Setulus Rasa Untuk Kehidupan cover
• KECEWA ~ cover
Goresan Pena cover
Disegala Renungan cover
The Upside Down World : Poets Antology (Completed) cover
Puisi 'tuk kau, Yang merindu cover
Kau Puisi cover

Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)

20 bab Bersambung

Seorang santriwati yang baru lulus dari sekolah sekaligus pesantrennya langsung diboyongkan oleh sang kakak laki-lakinya. Alisa memilih mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya daripada berkuliah seperti teman-teman yang lainnya, meski dalam hati dirinya juga menginginkan hal tsb. "Mba Al.. semoga kamu bisa nyusul kita ya.." kata Intan teman Alisa. "Amin... Doain ya mba tan.." balas Alisa. Setelah hampir 2 bulan lulus, akhirnya ia pergi ke kota menemui Hesti tantenya,yang sedang bekerja disana. Pertama kali terjun didunia pekerjaan, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru juga orang baru. "Ternyata kerja selelah dan letih ini, bagaimana dengan ayah dan bunda yang kerjanya diladang panas-panasan... Ya Allah lancarkanlah jalan hambamu ini untuk membahagiakan orang yang Alisa cintai dan sayangi" gumam Alisa sambil meminum tehnya di ruang keluarga Hesti. Gaji untuk seorang pemula masih belum seberapa, Alisa berniat cepat mendapatkan banyak uang untuk diberi ke keluarganya. Namun banyak rintangan dan lika-liku kehidupan yang diberi tuhan untuknya. Ekonomi, teman, keluarga, cinta dan spiritual menjadi satu. "Kamu siapa?" Tanya Alisa kepada seorang gadis yang duduk di ruang pemanggang roti sendirian. "Kamu lupa?" Balasnya malah bertanya kembali ke Alisa sambil menatap datar kearahnya.