PatiDusa
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 27, 2020
Jenis puisi yang sangat jarang sekali di pakai oleh para Penyair. Padahal ini bagus banget apabila di pake Sebagai media belajar bagi orang yang mau belajar puisi sebab aturan yang unik sederhana namun mengocek pikiran.. Revisi lahir dari buah tangan perdiskusian seorang mahasiswa ditengah polemik bimbingan. Bunga Hapsari Ahmad Kurniawan Al-Abshori
All Rights Reserved
#984
puisicinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • 𝗧𝗵𝗲 𝗿𝗲𝘁𝘂𝗿𝗻 𝗼𝗳 𝗿𝗶𝘀𝗲 𝗮𝗻𝗱 𝘄𝗮𝗿
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]
  • [3] Aksara, Rasa, Asa | ✔
  • Sasmita Nivriti
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • 1000 Syair Puisi Jalanan
  • Aksara Tak Bertuan
  • The Last Captain

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines