PatiDusa
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 27, 2020
Jenis puisi yang sangat jarang sekali di pakai oleh para Penyair. Padahal ini bagus banget apabila di pake Sebagai media belajar bagi orang yang mau belajar puisi sebab aturan yang unik sederhana namun mengocek pikiran.. Revisi lahir dari buah tangan perdiskusian seorang mahasiswa ditengah polemik bimbingan. Bunga Hapsari Ahmad Kurniawan Al-Abshori
All Rights Reserved
#849
puisicinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semua Yang Sirna
  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • The Last Captain
  • 𝗧𝗵𝗲 𝗿𝗲𝘁𝘂𝗿𝗻 𝗼𝗳 𝗿𝗶𝘀𝗲 𝗮𝗻𝗱 𝘄𝗮𝗿
  • Goresan Pena
  • Kitab Romancuk
  • ZEEDIEN  [End]
  • baby boy
  • 1000 Syair Puisi Jalanan

Dalam perjalanan hidup yang dipenuhi oleh suka dan duka, Seorang penyair puitis bernama Gaharu Samudra menemukan jati dirinya terperangkap dalam kesepian didasar lautan yang hampa. Sejak muda, Gaha selalu melahirkan puisi-puisi indah tentang cinta, harapan, dan juga kecewa. Namun tak ada satupun kisah cinta yang mencerminkan keindahan dari puisi buatannya. Didalam perjalanan ini, ia banyak belajar, bahwa, cinta yang ia berikan sepenuhnya bukan hanya untuk orang lain, tetapi juga untuk dirinya sendiri. Sebagaimana bentuk penerimaan dan penghargaan terhadap dirinya dari perjalanan hidup yang ia tempuh sejauh ini bersama dengan tawa dan lara. Cerita "Semua Yang Sirna" lahir dari sebuah perjalanan hidup Gaharu Samudra yang berjuang untuk menemukan jati dirinya. Kisah ini bisa untuk menambah wawasan bagi setiap pembacanya, bahwa setiap luka yang diderita bisa diambil untuk dijadikan pembelajaran dihidup kita untuk kedepannya, dan setiap puisi yang tercipta dari hati yang lara, bisa menjadi langkah baru menuju penyembuhan hati setiap penciptanya. Kunci agar tidak tersakiti adalah, "Jangan menaruh kepercayaan lebih terhadap manusia, melebihi kepercayaanmu terhadap Tuhan Yang Maha Esa." -Gaharu Samudra

More details
WpActionLinkContent Guidelines