Alzheimer

Alzheimer

  • WpView
    Reads 637
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Satu keinginan dari seorang Renita Yuki Nugroho, adalah menghabiskan masa SMA-nya dengan tenang dan damai. Tak punya banyak teman? Tak apa. Tidak populer? Malah bagus. Baginya, semua itu tidaklah penting. Asal ia bisa melewatinya dengan baik tanpa masalah yang menimpa dirinya. Namun, bagaimana jika Vino yang merupakan sosok the most wanted guy di sekolahnya malah menjatuhkan hati pada seorang Yuki? Banyak hal terjadi. Lalu, takdir apa yang tengah menunggu mereka di depan sana? *** Tidak ada gunanya kata 'andai' terus kau ucap. Semesta tak sebaik yang kau pikir, dan waktu tak sepeduli itu hingga rela berputar kembali ke masa lalu, kemudian membiarkanmu mengembalikan apa yang telah hilang. Cukup terima dan perbaiki apa yang bisa diperbaiki. Menyalahkan takdir adalah suatu kesia-siaan. Tetap percaya, dan jalani dengan lapang dada. Karena kau takkan tau, takdir memiliki kejutan disetiap episodenya. *** 28/01/20 Catatan : -Ini hanya cerita Fiksi
All Rights Reserved
#62
vino
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • FIZYA
  • Dandelion [Completed]
  • Juan [REVISI]
  •  HAZELA
  • Semesta dan Lukanya [TERBIT]
  • The First, Not the Last
  • young Marriage [end]
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • Karena Kamu Rumahnya

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines