Lantunan Cinta Aisya

Lantunan Cinta Aisya

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 3, 2020
Slow update... Bismillah... [wajib Follow terlebih dahulu @sitimasli20] Aku menikah karena permintaan dari sang ayah sebelum beliau wafat. Ntah bagaimana kehidupan rumah tanggaku kedepannya, yang terpenting saat itu ayah bisa bahagia. Kami menikah tanpa rasa cinta, aku dan suamiku hidup didalam satu atap, tanpa bertegur sapa, sesekali berbicara, itupun jika ada hal yang memang benar-benar harus dibicarakan. Kami bagaikan dua manusia yang asing, padahal aku dan dia sudah kenal sejak kecil, tapi karena saat kecil aku diboyong ayahku pindah keluar kota, jadi kami tidak lagi saling bersama. hingga sekarang, Ntah dia masih mengenaliku atau tidak, tapi aku masih ingat masa-masa saat kita bermain bersama. Dan aku serahkan semua ini pada Allah ta'ala... ©2020
All Rights Reserved
#346
orangketiga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ikhlas Bersamamu |END|✓
  • GARIZAH JAUZA (END)
  • Penantian Ayesha (Lanjut S2)
  • STAY WITH ME |END|✓
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅
  • Asyifa (Terbit)
  • HUMAIRAH KU(On Going)
  • Sujudku Bersamamu
  • WEDLOCK [END]

⚠️ DON'T COPY MY STORY ⚠️JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH, KEJADIAN, LATAR, SUASANA SAYA MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA KARENA ITU DILUAR DUGAAN SAYA! ⚠️ JANGAN BACA DIWAKTU SHALAT, TETAP JADIKAN AL-QURAN PALING UTAMA UNTUK DIBACA ⚠️ CERITA INI DI PERUNTUKAN YANG SUKA BANYAK MEMBACA ____________ Blurb: Berharap Jika kelak, akan ada seseorang yang bisa menerimaku apa adanya tanpa syarat, mencintaiku dengan jujur tanpa tapi, dan menghargaiku tanpa adanya rekayasan. Tak ada yang lebih dia inginkan, hanya satu kebahagiaannya yaitu melihatku selalu tersenyum, dan ketika aku lelah bahunya menjadi sandaran ku tanpa memperdulikan keburukan ku di Masa lalu. Ketika kata "Sah" terucap dari bibir itu, aku menjadi tanggung jawabnya, surgaku ada padanya. Di detik itu juga, aku mencintai suamiku. Berharap pernikahan ini akan membuatku tahu apa arti dari kebahagiaan, tapi tetap saja aku seakan tidak boleh merasakan apa itu kebahagiaan. Lelaki yang kuharapkan akan membimbingku menuju jannah-Nya. Namun itu, hanya harapan yang bisa kurasakan dimimpiku saja. Berusaha tegar dan sabar seperti Khadijah, ku mohon aku tak sekuat itu. Apa ini memang takdirku? Menjadi istri yang hanya sebagai patung yang tak pernah dihargai bahkan tak pernah diperdulikan. Ya Rabb... Aku berserah diri pada-Mu Ini aku Aku yang terus bersabar, bahkan sampai kesabaran itu sendiri merasa lelah dengan kesabaranku... [Sayyidina Ali bin Abi Thalib] High rangking #1 in Spiritual High rangking #2 in Spiritual __________ Start : 7 July 2019 Finish : 16 Februari 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines