Agung (Artunis #2)

Agung (Artunis #2)

  • WpView
    Membaca 34,717
  • WpVote
    Vote 5,750
  • WpPart
    Bab 32
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Des 27, 2024
Masalah demi masalah yang menerpa Menno Karan membuat hatinya terbagi antara Mirchad dan Estahr. Sementara itu, dengan mendekatnya tenggat waktu yang ditetapkan Sang Agung, Artunis harus membuat pilihan yang tepat. *** Buku kedua dari seri Artunis. Silakan baca buku pertama terlebih dahulu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Static Dominance [SELESAI]
  • Artunis (Artunis #1)
  • OUR LOVE STORY 2- SASUSAKU
  • School Magic (hanya gue yang boleh bully dia)
  • Heart's Choice
  • A ROSE FORCED TO BLOOM
  • serendipity [END]
  • The Villainess (End)
  • Legacy of Velmora Season 1
  • Unwritten Figure (end)

[a yungi's bxb fanfic] mingi dan yunho dijodohkan. masalahnya? mereka sama-sama dominan. alias dua kapten dalam satu kapal, dua singa dalam satu kandang, dua orang yang ga mau nyuci piring duluan. mingi, pengusaha perfeksionis yang bahkan pakai stopwatch buat nyeduh teh. yunho, atlet judo yang lebih sering banting orang daripada mikir panjang. dari rebutan kursi kemudi sampai perang dingin soal siapa yang harus bilang "sayang" duluan-hubungan mereka lebih mirip turnamen ketimbang romansa. orang-orang sekitar sudah capek melihat mereka terus debat. sahabat-sahabat pasang taruhan, keluarga siap manggil dukun buat nyari solusi, sementara mereka? masih sibuk perang psikologis pakai cara kekanak-kanakan dari adu tatapan di meja makan sampai siapa yang bisa diem paling lama. tapi entah kenapa, makin keras kepala mereka, makin deg-degan juga... ini cinta, atau dua idiot yang lupa cara ngalah? • written in lowercase • dom! mg sub! yh ©135407AJ, 2025

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan