Uzhla Fi Sabilillah

Uzhla Fi Sabilillah

  • WpView
    Membaca 692
  • WpVote
    Vote 63
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadLengkap Kam, Mei 28, 2020
"Hilangnya diriku ini bukan untuk kamu cari, melainkan untuk bisa diganti."Ucapku. "Memahami mu itu sungguh mulia bagiku, akan tetapi sepandai apapun dirimu menghilang dan sejauh apapun dirimu pergi, bila do'a ini masih aku langitkan, karena ana uhibbuka fillah insyaAllah kita akan di pertemukan kembali suatu hari nanti."Jawabnya. "Itu semua untuk apa, kenapa harus aku dan kenapa tidak orang lain, ."Ucapku. "Bila aku ke orang lain, maka aku belum bisa menjaga maruah ku menjadi dipsa yang baik." Jawabannya. Aku hanya terdiam dan menghembuskan nafasku melihat kondisi dia saat itu. "Sudalah jangan salahkan dirimu sendiri,aku tau itu semua demi kebaikan ku dan juga demi kebaikan orang lain dan aku yakin karena Allah, aku akan tetap bersabar menunggumu dan menantimu untuk kedatangan dirimu kepadaku."Jawabnya. "Dan bila di dunia aku tidak sempat untuk menjadikan diriku sebagai bidadarimu, maka di akhirat nanti insyaAllah aku akan menjadikan diriku sebagai bidadarimu suatu saat nanti"Ucapnya pada saat itu. Begitulah percakapan singkat ku dengan dia yang masih ku ingat sampai sekarang, entah mengapa rasanya susah di lupakan, kalau kalian ingin tau ceritaku lebih lanjut,yuk baca ceritanya!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#70
feeling
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ALTER EGO (TAMAT)
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Cahaya Dirimu
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • You are in my past and my future [END]
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • i love komandan S1-♡

Tuhan sangat ndak adil. Aku sudah kehilangan segalanya. Kebahagiaan, hidup tenteram, mahkota yang paling berharga, bahtera rumah tangga bahkan buah hatiku tercinta. Aku benci hidup ini. Benar-benar benci. Aku berada dalam dasar terbawah dari rotasi kehidupan, yang rasanya mendongakkan kepala saja ndak sanggup. Namun, lagi-lagi Tuhan bermain pada takdir. Dia hadir, dengan segala cahaya kemilau yang membuatku memudar. Dia juga lah yang mengulurkan tangan dan berkata, "Aku nggak akan ninggalin kamu." -- Kumala Putri Aku merasa sangat terberkati. Tuhan begitu baik padaku. Hidup dalam limpahan kasih sayang, cantik, menawan, anggun, dan kupikir-pikir hidupku terlalu mulus. Tak ada tantangannya. Tapi, sepertinya Tuhan memiliki skenario lain akan fungsiku di dunia. Aku hidup untuk menyelamatkannya. Aku mati pun untuk menyelamatkannya. Di saat aku berniat pergi, dengan memohon dia memintaku tetap bersamanya. "Jika kamu pergi maka hidupku ndak berarti lagi." Lalu aku harus bagaimana? -- Vanessa Putri Warning: Tulisan ini mengandung Mature Content, banyak kata-kata kasar, beberapa adegan kekerasan serta adegan dewasa. Jadi, mohon bijak dalam membaca. Cover by Anagraphic_

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan