We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Gagal Move On

Gagal Move On

  • WpView
    Reads 503
  • WpVote
    Votes 148
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Sebenarnya Lala sudah lama putus dengan mantan Kekasihnya. Jomblo selama bertahun-tahun membuatnya selalu mengingat mantan kekasihnya tersebut. Adakalanya Lala mengutuk dirinya sendiri karna merindukan masa-masa indah bersama kekasihnya dulu. Berkali-kali Lala mencoba untuk membuka lembaran baru dengan orang lain namun dirinya selalu gagal. Dan jatuh pada lubang yang sama kenangan bersama mantan kekasihnya. Berbekal tekad kuat Lala berdomisili keluar kota demi melupakan kenangannya bersama mantannya, sekaligus mencari pengalaman dan mungkin kekasih baru.
All Rights Reserved
#7
realife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Lira
  • Serdadu Bulan
  • Terpaan Angin Masa Lalu
  • Friendlove
  • The Chaos After You [ COMPLETE ]
  • DON'T FORGET ME || SELESAI
  • Way to Love [Completed]
  • As Long As You Love Me: even if it is destroys me
  • Date Me Anyway

Lira adalah jiwa yang luka-pernah dikecewakan, dikhianati, dan tersesat dalam trauma yang menjadikannya takut untuk percaya. Ia belajar mencintai dengan waspada, memberi dengan ragu, dan bertahan dalam mode bertahan hidup. Hidupnya bagai rumah kosong yang pintunya selalu setengah tertutup, siap menolak siapa pun yang mencoba masuk terlalu dalam. Lalu Arga datang. Ia bukan pahlawan. Ia juga punya masa lalu, punya salah, dan tidak selalu sempurna. Tapi Arga datang dengan cara yang tidak menggebrak pintu. Ia mengetuk perlahan, menunggu, dan tetap berdiri meski Lira berulang kali berkata "jangan masuk." Cinta mereka bukan kisah indah yang lurus dan ringan. Tapi justru penuh liku, perdebatan, tangis tengah malam, dan relaps dari luka lama. Namun di sela itu semua, ada ketulusan. Ada pelukan hangat, ada kopi pagi, dan ada pelan-pelan belajar saling memahami. Sayangnya, luka Lira lebih keras kepala dari cinta itu sendiri. Maka pada satu titik, ia kembali membangun tembok. Ia menyuruh Arga pergi bukan karena tidak cinta, tapi karena ia takut rumah yang mulai dibangun bersama akan hancur seperti sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines