VilaNova

VilaNova

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
aku tak ingin terus menyalahkan waktu, tak ingin menyalahkan keadaan, tapi jika boleh aku ingin menggugat Tuhan. mengapa dia selalu membuat orang yang kusayangi pergi? kenapa jantungku harus berdetak tidak normal saat di dekatnya, dan kenapa harus aku yang duluan jatuh pada pesonanya. andai kutahu itu akan menjadi boomerang bagiku telah lama aku menjauhinya dan mengubur dalam perasaan ini. -Vila jika mencintaimu aku harus mengorbankan nyawa kenapa tidak? jika memilikimu sama dengan berjalan menuju neraka, kenapa aku harus mundur. karena aku asdar hanya kamu satu satunya wanita yang mampu menembus sisi lemahku, hanya kamu yang bisa mengerti perasaanku. lalu, bukankah hal istimewa memang mahal bayarannya. jangan buat aku membunuh seseorang untuk memilikimu, menjauhiku sama halnya kau menantangku untuk melenyapkan nyawa seseorang. jangan lakukan itu tetaplah disisiku. -Elang ~~~~~~~~ tahu tidak apa yang paling menyakitkan bagi dua orang yang saling mencintai? . . perpisahan. cerita ini berkisah tentang dua pasang hati yang lebam berusaha untuk saling menyembuhkan, namun belum sempat dirawat betul hati ini dipaksa untuk menjauh dan saling membenci.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friend's Zone's
  • Cinta Dua Waktu
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • [Bukan] Cinta Pertama
  • Antara Cinta, Waktu, dan Takdir
  • ARIEANNA
  • Disaster In Feelings
  • Rendezvous
  • Till I Meet You
  • Antagonis

Cinta mempermainkan persahabatan kita! Aku, Kamu, Dia, dan Kita! Aku sangat ingin berteriak kepada dunia bahwa aku ingin egois sedikit saja. Tapi ternyata diriku terlalu lemah ketika aku di perhadapkan untuk memilih antara Cinta dan Persahabatan. Sehingga pada akhirnya aku mengalah, kelemahanku membuatku memutuskan untuk pergi sejauh yang diriku bisa. Membawa pergi ragaku untuk bersembunyi dan lari dari segala kesakitan tak berujung ini. Meningalkan semua kenyataan pahit yang tak pernah ingin kukenang dan bahkan tak akan pernah di terima oleh relung hatiku. Tapi ternyata takdir tak semudah yang diriku bayangkan, rasa ini mempermainkanku sekali lagi dalam kondisi yang berbeda, dan semakin membuatku lebih terpuruk. Hingga rasanya sesak dan sempit menghimpit setiap organ tubuhku. Dimana Aku harus bertahan antara Cinta, Persahabatan, dan kehadirannya. Tapi kali ini bolehkah diriku egois? Untuk mendapatkan setitik kebahagiaan? Dan untuk kesekian kalinya aku harus menelan kepedihan teramat dalam, yang membuatku hancur perlahan-lahan. Apakah kali ini aku harus pergi lagi? Apakah ini yang diinginkan takdir dan cinta bodoh ini kepadaku? Pergi untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya? Apakah aku akan kalah lagi kali ini? ~ FRIEND'S ZONE'S ~ "Aku bahagia ketika melihat kedua sahabatku bahagia..." "....itu definisi sahabat bukan?" 🚫 DO NOT MENJIPLAK MY STORY! PLAGIAT MOHON BERTOBAT🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines