DEAR, MILAN

DEAR, MILAN

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 29, 2020
"Rei, mari kita kawin lari saja," kataku. "Nggak bisa gitu juga, Ken. Aku butuh bapak untuk jadi wali nikahku," jawab Reina dengan suara bergetar. Aku sangat tahu kalau dia berusaha keras menahan tangis. "Ada Mas kamu. Dia merestui hubungan kita. Aku sudah bicara dengannya. Dia mendukung apa pun yang jadi pilihan kita. Dia bisa jadi wali kamu," aku berusaha meyakinkan Reina. "Bapak masih hidup. Bagaimana bisa kita melakukan itu?" "Lalu bagaimana dengan aku, Rei? Bagaimana dengan kita? Kalau aku, aku tidak bisa tanpa kamu. Aku mencintai kamu," kataku dengan suara bergetar. Antara menahan amarah dan keputusasaan. "Nggak bisa, Ken. Nggak boleh. Aku nggak bisa menghianati kedua orangtuaku," jawab Reina. Akhirnya dia menangis, Milan. Tangis yang sangat memilukan. Tangis yang membuat dadaku nyeri dan sakit. Malam itu, kami pulang sendiri-sendiri ke rumah masing-masing. Langit seakan meledek kami. Dia menurunkan hujan yang sangat deras.
All Rights Reserved
#545
berpisah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • CARAKU MENDAPATKANMU
  •  HAZELA
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • Pengantin Pengganti
  • Ku Ingin Kau Kembali
  • My Sweet heart

"Saat kamu memilih untuk jatuh cinta, kamu akan dihadapkan dengan dua pilihan. Pertama, merencanakan hari besok untuk membuatnya bahagia. Kedua, siap bangun dari jatuh yang membawamu pada kenyataan bahwa dia, belum mencintaimu." ••••• Hanya sebuah kisah sederhana. Saat dimana sebuah kesempurnaan memliki arti. Saat Rindu merasa dunia yang ia miliki, hanya akan sempurna saat bersama dengan teman kecilnya dan kekasihnya. Hanya sebuah kisah sederhana. Saat pilihan membawa Radit pada alasan mengapa ia menjadi pengecut. Dan sebuah fakta bahwa, menjadi seorang teman saja, memang tidak cukup. Hanya sebuah kisah sederhana. Ternyata menjadi jujur pada sebuah perasaan akan dihadiahi kemenangan. Kemenangan yang diraih Ken saat ia percaya, cintanya hanya akan dibalas ketika ia sanggup berjalan beriringan dengan ketidaksempurnaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines