Mencintai seseorang adalah fitrah, tetapi untuk memilikinya bukanlah keharusan. Inilah yang dirasakan Ais, kehilangan seorang yang dia sayangi mengajarkannya satu hal, dia harus siap kehilangan siapapun kapanpun.
Keyakinannya satu, selama dirinya masih hidup maka Allah akan menyertainya disetiap hembusan nafas. Hakikat kita di pertemukan adalah ikhlas ketika terpisahkan.
Dan hakikat Allah menumbuhkan rasa cinta tidak lain untuk menunjukkan maha suci-Nya. Tetapi banyak manusia itu lupa, lalai, sudahkah mereka telah menggunakan cinta itu secara semestinya?
Jika tidak bersiap-siaplah, mungkin Allah marah. Menjauhkan kita dari orang yang kita cintai, agar kita selamat dari hal yang melalaikan.
Apapun takdir yang Allah berikan, Ais yakin. Suatu saat cintanya yang hilang akan Allah kembalikan dalam bentuk yang lebih indah.
Mampukah Ais ikhlas merelakan cintanya, dan memberikan cinta itu kepada orang lain?
~~My little friend is my life friend ~~
FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA !!!
#Masih pemula , jadi tulisannya masih agak berantakan😁 mohon dimaklumi🙏
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan. Ya ... walau kadang setelah perpisahan masih ada pertemuan . Kamu jangan mengkhawatirkan sesuatu yang pasti akan terjadi. Itu sudah menjadi fitrahnya kehidupan, dan kita juga tidak bisa mencegah itu."
~ Asyifa Azzahra
"Dia, dia adalah orang yang membuatku yakin bahwa takdir itu adalah dekat. Namun semuanya hancur ketika dia pergi menghilang begitu saja. Tuhan, jika didunia hamba tidak bisa bersama dengannya. Setidaknya hamba bisa bertemu lagi dengannya disurga nanti. "
~ Damar Pratama
___________________________________