LdR (Litia dan Rubi)

LdR (Litia dan Rubi)

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 30, 2020
L d R Ini bukan cerita tentang hubungan jarak jauh atau yang bisa disebut LDR (Long Distance Relationship) melainkan tentang Litia dan Rubi, yaitu dua orang yang memiliki sifat berbeda. "Eh, harusnya lo tu bersyukur. Untung aja lo masih selamat dari preman tadi. Sampai gue ngorbanin si Utun." "Maksudnya?" Litia tidak mengerti apa yang Rubi maksud. "Gini yah, pasang kuping lo baik-baik..." "Ini kan udah dipasang dari pas aku lahir juga," Litia memotong pembicaraan Rubi. "Bentar dulu, gue belum selesai ngomong. Gini yah, si Utun itu kan masih perjaka, nah gara-gara lo si Utun jadi gak perjaka lagi. Gue bela-belain nolongin Lo sampai ngorbanin kesucian si Utun demi menjaga kesucian lo," papar Rubi dengan nada yang sedikit marah. "Aku gak ngerti deh." Udah panjang lebar Rubi berkata namun Litia tidak mengerti. "Gue tuh kesel banget sama lo, kenapa sih gak ngerti-ngerti?" Bentak Rubi pada Litia. Penasaran ceritanya? Lanjutkan membaca...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Fai
  • Disguise... [END]
  • Weird Wedding ✓
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Tunanganku? Oh, bukan! [END]
  • Love in The Air
  • Sebuah Titik : SAGARA
  • Dear Husband [TAMAT]
  • Crazy Marriage

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines