September, Diakhir Bulan Itu

September, Diakhir Bulan Itu

  • WpView
    Reads 334
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 11, 2020
Dalam perjalanan bulan yang tumbuh dimana minggu - minggu, hari - hari, jam - jam, menit - menit, dan detik - detik yang kemudian diuraikan seperti benang kepada kain yang terlanjur tercerai berai menari - nari diantara jari - jari yang mengikat tangannya sendiri. Dalam perjalanan bulan yang mekar dimana minggu - minggu, hari - hari, jam -jam, menit - menit, detik - detik yang kemudian menyerbukkan bunga kepada udara yang melayang layang tersipu tenang yang membelai tangannya sendiri. Dalam perjalan bulan yang layu dimana minggu - minggu, hari - hari, jam - jam, menit - menit, dan detik - detik yang kemudian mati perlahan - lahan seperti kasih antara laki - laki dan perempuan yang telah menanam bulan, menyirami bulan, dan menumbuhkan bulan yang harus kandas diatas tanah tempat bintang - bintang berhamburan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • REGATHAN [END]
  • Rain Said
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Secangkir Teh | Selesai
  • Puisi Kemana Saja
  • Keluarga di Ujung Senja
  • FILO-SOFI (Tamat)

"Lo gak sadar? Kita sama-sama hancur. Gak ada keharmonisan dikeluarga kita. Tapi lo bermimpi buat membangun rumah tangga sama gue? Lo pikir bisa? Lo yakin gak akan buat tuh anak menderita dengan kelakuan kita di masa depan? Lo yakin bisa jadi orang tua yang baik sedangkan darah lo mengalir dari dna seorang yang paling lo benci?!" "Lo mau buat gue mati ngenes kayak almarhumah nyokap lo? Atau mau sama-sama saling selingkuh kayak keluarga gue? JAWAB ZINO!" Kina hanya sekedar mantan kok bagi Zino. Iyakah? Tapi yakin hanya mantan? Memangnya ada mantan cemburu ketika melihat dia bersama yang lain? Ada ya mantan yang masih peduli? Mantan yang justru marah sampai berujung nikah? Nikahnya kepaksa karena situasi. Tapi perasaannya tulus dari hati. Mereka seperti sepasang sepatu yang melalui masalah hidup bersama dan melangkah tanpa arah yang jelas. Berusaha menemukan tempat terbaik sebagai tempat tujuan. Bagaimanakah cara dua broken home yang tak pernah merasakan kehangatan keluarga itu menciptakan sebuah keluarga yang harmonis demi buah hati mereka? Mampukah mereka menjadi orang tua yang baik? Sedangkan dalam hidup mereka sendiri tak pernah menemukan sosok yang bisa dijadikan sebagai panutan hidup. ____ ●Kalimat dalam cerita tidak baku ●Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAKNYA SETELAH MEMBACA. BERUPA VOTE & KOMEN~ ---- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk menghibur dan tidak untuk menyinggung pihak mana pun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ---- PERINGATAN..! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN..! PLAGIAT HARAP MENJAUH..! ___ Publikasi: 24-09-2023 ____

More details
WpActionLinkContent Guidelines