Rasa adalah Tamu

Rasa adalah Tamu

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 31, 2020
"Semua sudah baik adanya.." Berulang kali Zahra mengucap kalimat itu dengan lirih. Sambil berusaha membendung air matanya, ia mencoba menguatkan diri. Menyimpan dengan rapi luka yang baru saja dialaminya. Luka yang kemudian menjadi belenggu dalam hidupnya. Luka yang membuat ia harus pergi dari tanah kelahirannya. "Cintailah orang yang kau cintai sewajarnya saja, karena siapa tau kelak ia akan menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sewajarnya saja, karena siapa tau kelak ia akan menjadi orang yang kau cinta" (Ali bin Abi Thalib) Tanpa sadar, air mata Zahra membasahi secarik kertas di tangannya. Mengapa jadi begini. Tidak pernah terlintas bahwa rasa yang dia yakini akan tetap sama sampai akhir hayat, berubah dalam waktu sekejap. "Ya Rabb, mengapa sangat sulit bagi hamba mengendalikan perasaan ini" (Cerita ini di rekomendasikan untuk seseorang yang belum pernah, hampir dan pernah di perbudak oleh rasa. Baik rasa cinta, rasa suka, rasa benci dan varian rasa yang lainnya) Selamat membaca :)
All Rights Reserved
#1
santrihits
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • reminisce before I go
  • Cinta Suci Zahra✓
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • SIYAHAT AL-'ASHIQ [TAHAP REVISI]
  • Cinta Neng Zulfa
  • BUKAN PILIHAN KU
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT
  • Mendadak Ning (Selesai)

Zahra Alexander dirgantara seorang perempuan yang cantik, dengan senyuman yang begitu indah jika seseorang melihatnya seseorang itu akan jatuh cinta kepada Zahra.. namun sayangnya Zahra mempunyai penyakit kanker hati yang membuat nya tidak bisa hidup lama.. Diki pratama Algantara.. seseorang laki laki yang di kekang oleh kedua orang tuanya, Diki tuntut dengan impian orang tuanya,, semasa kecil Diki, dia tidak pernah merasakan bermain, dia selalu di temani oleh buku dan buku,, yang selalu menjadi temen nya,, namun diki beranjak didewas diki mulai tekad untuk hidup sendiri, dan memilih pergi dari negara nya, ke negara Indonesia, diki berharap dia di Indonesia mempunyai temen, namun cara Tuhan itu banyak, sampai Zahra dan diki di pertemukan dengan kecekcokan, yang membuat saling membenci satu sama lain,, namun seiring berjalan nya waktu diki pun mempunyai rasa kepada Zahra... sayangnya Zahra masih tenggelam dalam masa lalu nya yang membuat dia tidak pernah suka dengan orang lain selain masa lalunya... pada suatu saat Zahra pun mengetahui kalo dia dan diki beda agama... antara kalung salib yang diki pakai dan antara tasbih yang Zahra genggam siapa kah yang akan mau mengalah?? atau apakah bisa bersatu?? "𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙜𝙪𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙜𝙞!! 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙜𝙪𝙖, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙝𝙚𝙗𝙖𝙩 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙜𝙪𝙖... 𝙙𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙙𝙤𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙙𝙞 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙢𝙞𝙣𝙜𝙜𝙪!!(𝙕𝙖𝙝𝙧𝙖) " 𝙩𝙪𝙝𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙧𝙚𝙣𝙘

More details
WpActionLinkContent Guidelines