Open Your Eyes

Open Your Eyes

  • WpView
    Reads 19,749
  • WpVote
    Votes 7,558
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 31, 2026
"Buka matamu dan lihat baik-baik. Apa benar hidup sepantas itu untuk diperjuangkan?" Semesta seharusnya sudah mati jika saja Ara tidak muncul dan merecoki rencananya untuk bunuh diri. Tidak berhenti di situ, Semesta yang kebetulan satu sekolah dengan Ara harus menerima kenyataan bahwa sedikit demi sedikit dinding kukuh yang ia bangun mulai runtuh saat Ara berhasil menyelinap ke salah satu ruang tua di dalam hati Semesta. Lantas bagaimana jadinya jika sosok suram seperti Semesta berteman dengan gadis sejuta rahasia bernama Ara? Apa akan menghasilkan sinyal bahagia ... atau justru sebuah tanda bahaya? *** Kembali dipublikasikan, 09/04/22
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • Yarrow [SELESAI]
  • My Second Life (Completed)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines