Perfect Spotlight (✓)

Perfect Spotlight (✓)

  • WpView
    Membaca 3,421
  • WpVote
    Vote 685
  • WpPart
    Bab 46
WpMetadataReadLengkap Rab, Jul 15, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Kata orang, menjadi cantik akan menyelesaikan 50% masalah kehidupan. Mungkin benar, tapi rasanya masalah batinku yang bertambah. Semua sorotan seakan-akan aku pemeran utama terlalu berlebihan. Semua orang datang dan mengagumi diriku, padahal aku tidak punya sesuatu yang dibanggakan. Satupun tidak. Dan itu menyesakkan --- Awalnya kehidupan sekolah Alin terasa normal. Dan itu lumayan menyenangkan. Tapi setelah dia disukai salah satu bad boy, semua berubah. Semua orang terus menerus melihatnya, bahkan teman perempuan sekelasnya langsung mendekatinya padahal sebelumnya lumayan jarang berinteraksi. Belum lagi second account di Instagramnya juga terkuak dan membuat semua orang sadar kalau dia adalah seorang fashion selebgram. Mendadak dia menjadi primadona sekolah dan itu mengganggu. Dia tidak lagi mengenali mana orang yang benar-benar ingin berteman dengan dirinya yang apa adanya atau malah seorang fake friend. Belum lagi tatapan memuja yang terlalu berlebihan. Kepanikannya mulai muncul secara tidak karuan Sepertinya Alin tidak pantas untuk menjadi tokoh utama yang penuh dengan sorotan, begitu pikirnya. Lantas kalau begitu, apa yang harus dia lakukan? Mencoba jadi sempurna agar semuanya terasa pantas? Warning : Mental Illness!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#289
fake
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Penuaan (Dini) Arlea ✅
  • New World [REVISI]
  • Trio Melehoy (SELESAI)
  • GALANG [SELESAI]
  • KETOS (SUDAH DITERBITKAN)
  • Selebgram [end]
  • Sister or More
  • BONANZA [Completed]
  • ALRICK [TAMAT-TELAH TERBIT]
  • SEAN'S(Completed)

[Diikutsertakan dalam Wattpadindo Writing Challenge] *Comedy-Romance* ××××× -Kala penampilan dan umur tidak sesuai- Mau bagaimanapun Arlea menyanggah, pasti saja lebih banyak yang tetap percaya pada bukti fisiknya. "Ya, beginilah La. Lebih banyak percaya mata dibanding telinga. Terus juga, lo makanya agak mau lah diajak perawatan dikit. biar nggak disangka tua. Udah mah penuaan dini, sifat juga kedewasaan amat." Setidaknya sang kakak mengerti, tapi.... Ia lebih banyak diomeli, sih. "Ck! Kakak tuh yang terlalu berlagak masih ABG, umur dah mau kepala tiga juga," amuknya sambil berlalu menuju kamar. "Bener-bener tuh bocah. Kena penuaan dini." Dirinya terdiam sebentar lalu bergumam, "tepatnya penuaan Arlea."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan