TRANSMUSI MENUJU POLSRI

TRANSMUSI MENUJU POLSRI

  • WpView
    MGA BUMASA 583
  • WpVote
    Mga Boto 43
  • WpPart
    Mga Parte 9
WpMetadataReadMatureKumpleto Wed, Feb 26, 2020
Sekuel dari platform baik game dan film mengenai "mayat hidup" . . Hari pertama dari mulainya perkuliahan di semester 2 pada kampus politeknik negeri sriwijaya, menjadi hari yang bersejarah bagi umat manusia. Firman Saputra, remaja 20 tahun jurusan teknik elektro yang baru saja pindah dan tinggal di jakabaring, palembang sedang menuju kampus menggunakan kendaraan umum bernama "Transmusi" yang biasa dipakai khalayak bertransportasi, kendati demikian, ia bersama penumpang lainya tidak mengetahui masa depan mengerikan yang nantinya akan menghampiri mereka. . . Apa yang sebenarnya terjadi? . . #PLEASE NOTE THAT THIS IS MY FIRST ONE, TOLONG DI MAKLUMIN :)# #SLOW UPDATE FOR A WHILE#
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • How to Survive
  • Aku Bukan Vellyne [END]
  • SMA : Stres Manis Aja [END] Tahap Revisi
  • ENDLESS WAR (HIATUS)
  • viruz : lari atau mati ✓
  • TRANSMIGRASI BERDARAH (END)
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Jejak: 31 Hari (Tamat)
  • Foreign Virus (LENGKAP)

Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman