Reinkarnasi

Reinkarnasi

  • WpView
    Reads 25,423
  • WpVote
    Votes 1,750
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Setelah 8 bulan koma dan sempat Dinyatakan meninggal, Elsa kembali sadar dari tidur panjangnya walaupun dia tidak mengingat tentang dirinya. Akibat kecelakaan yang dia alami membuat wajahnya menjadi rusak hingga ia mendapatkan wajah barunya, yang tidak ia sadari bahwa itu adalah wajah Dinda Alfa adalah sosok Laki-laki tampan, dingin, irit bicara dan tidak peduli akan sekitar. Pertemuannya dengan Dinda membuatnya menjadi sosok Laki-laki humoris, banyak bicara dan peduli. Kebahagiaan nya itu seketika kandas ketika mendengar Dinda dinyatakan meninggal 2 Tahun Kemudian Alfa kembali dengan sifat lamanya, hingga Elsa datang dengan wajah barunya. Pertemuannya dengan Elsa membuat Alfa kembali mendapatkan warna baru dihidupnya karena wajah Elsa yang mirip dengan Dinda. Elsa pun terus mengelak bahwa ia bukanlah Dinda, melainkan Elsa dirinya Hingga, suatu waktu memori yang tak seharusnya Elsa ingat berputar di otaknya. Seakan mengingat tentang kisah lama antara Dinda dan Alfa Apakah Elsa adalah Reinkarnasi selanjutnya dari Dinda??? Apakah setelah mengetahui Elsa bukanlah Dinda, apakah Alfa akan masih tetap mengejar Elsa???? #Renk 1-Wajah
(CC) Attribution-NoDerivs
#461
cintalama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • Wound's Strengthen Oneself (Not Continued)
  • AKSAFA (End)
  • In The Grip Of Darkness ( END )
  • EXCHANGE
  • 5 JAGOAN AYAH
  • My moon My sirius
  • Aksareya
  • Kenangan terindah (Completed)
  • EPIPHANY

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines