Aku tau semua ucapanmu hanya sekedar mempermainkan aku, tak lebih dan aku pun tak boleh berharap lebih. kau yang agak sinting, sangat menyebalkan, perilakumu, kegilaanmu, semua hal tentangmu, dan hal konyol tentang dunia kita. Membuat aku menyimpulkan satu hal, bahwa itu semua kau lakukan hanya demi membuat aku merasa bahagia.
-Andin Putriana-
Kau mungkin hanya tau kalau ucapanku sekedar mempermainkanmu. Tapi nyatanya kau tak tahu, selama ini perkataanku benar adanya. Hanya saja aku mengungkapkannya dengan caraku sendiri. Kau bahagia An? Maka aku lebih dari semua yang kamu rasa.
-Rezalian Bramastyo-
Terima kasih Ali, sudah datang dan menorehkan banyak sekali warna yang dulu aku tak pernah melihatnya. Terima kasih untuk tawa itu, canda itu, bahagia itu, pundak itu. Terima kasih untuk cinta itu meski aku hanya orang yang singgah sebentar.
-Karenia-
Ini tentang persahabatan antara angka 10. Yang satunya berhati badak dan yang satunya hobi ngebaperin bikin pengen nampol tapi sayang, cowok ganteng. Andin adalah cewek strong yang nggak mudah ambyar, cuma karena kelakuan manis si tengil Ali, dia nggak akan baper. Paling cuma kesentil dikit. Disitu ada Andin maka disitu pula kalian akan menemukan Ali. Bagai ketempelan setan, Andin harus terus melafalkan kalimat suci dalam hatinya biar nggak baper gara gara godaan wajah Ali yang kinclong kaya lantai masjid baru dipelin.
Tapi Andin tiba tiba merasa puzle dalam hatinya menghilang, ruang hatinya kosong dan hari harinya tak lagi menorehkan banyak warna seperti sebelumnya. Andin kehilangan warna itu saat Ali memberikan warna yang baru di kehidupan gadis lain, gadis yang dia cintai. Hingga akhirnya Andin sadar, gadis itu mampu menorehkan warna lain yang tak dapat Andin beri.
Andin tahu, yang perlu dia lakukan adalah, menepi.
"Haha Kapan jalannya?"
"Ini lagi ganti baju"
"Vc dong! Pengen ngelihat"
"Abang! Alii ganj ,-
"Apaan sih, ngadu ngadu bang zidan segala! Umur berapa sih?"
"Biarin! Lagian kamu gitu aja percaya, Kamu lupa ya? bang zidan itu udah nikah? so, dia udah ga tinggal disini lagi" jelas prilly.
"Truss kamu sendirian dong disana? "
"Iyaa"
"Kalau papa kamu dinas keluar calling aku ya! "
"Mau ngapain? Mesum nih yakan? "
"Seudzon aja yaampun! Aku kepengen mampir lah ketemu mama mertua, silaturrahmi udah lama banget kan ga main kesana. Mama kamu kan ga masalah dengan kita "
"Oh kirain"
"Kirain apa? Kamu mikir jorok ya? Udah paham ya sekarang hal hal begitu"
"Paham apaan? Ih ngaco! Aku ga mikir apa apa kok"
"Walaupun aku suka mesum tapi aku ga bakal ngerusak kamu, sebenarnya kesempatan mah udah banyak tapi aku ga mau,karena apa? Karena aku sayang sama kamu, kamu itu untuk di jaga bukan untuk di rusak"
"Makasih"
"Loh! kamu nangis? Cuman bilang gitu, malah nangis! Cengeng amat"
"Aku terharu loh! Ternyata kamu otak nya doang yang rusak hatinya ternyata masih waras. Makanya aku terharu"
"Wah! Ingin berkata kasar serius!"