Story cover for Broken Home by HamPattimahu
Broken Home
  • WpView
    Reads 3,950
  • WpVote
    Votes 239
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 3,950
  • WpVote
    Votes 239
  • WpPart
    Parts 11
Complete, First published Jan 31, 2020
aku tertekan dengan semua ini, semua kata kata itu menggema di telingaku yang dapat aku Dengar dengan mantap.
kata demi kata dikeluarkan untuku

apakah aku ini? seburuk itukah diriku? Apa kah yang mereka katakan tentang diriku ini benar??

hatiku dan pikiranku kacau mendengar semua itu.
hatiku rasanyaa ingin teriak sekuat mungkin tapi aku memilih diam dan memendam semuanya sendiri seolah olah aku merasa baik baik saja.

ingin rasanyaa aku pergi menjauh dan menghilang dari semua ini? tapi aku takut apakah aku bisa Bertahan diluar sana? apakah aku bisa hidup tanpa bantuan orang orang terdekatku? mau tinggal dimana aku??


mungkin ini sudah menjadi takdirku yang harus aku jalani
All Rights Reserved
Sign up to add Broken Home to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era by RedFlash_Nana
70 parts Ongoing
Bagaimana perasaan mu ketika kau hanyalah bocah polos tak berdosa berumur lima tahun , bukannya dibawa ke taman bermain penuh keseruan , tapi ke medan perang tempat mayat tergeletak sejauh mata memandang , tempat dimana kaki mu tak luput dari darah yang tergenang , dan tangan kecilmu menggenggam erat pedang ; dengan alasan berjuang demi tanah kekuasaan. Itulah yang Halilintar rasakan. Tak bisa dipungkiri jika dunia yang tak adil selalu memihaknya , memberatkan pundaknya , dan membebani jiwanya. Tidaklah salah ketika Halilintar sendiri bilang ia ingin menyerah , tapi apa? Ia tak berhenti melangkah karna apapun itu , selalu ada hal yang membuatnya harus dan harus untuk memenuhi segala hal. Dia hanya bocah kecil , yang dijadikan lelucon oleh semesta , dijadikan badut oleh dunia , dimana penderitaan itu , seolah tampak lucu dimata orang yang tak tau seberapa tebal topeng diwajahnya. Namun apa? Tak berhenti disitu , tak hanya fisik , mentalnya juga membeku ; mati dihantam tiap hitungan waktu. Tapi lagi lagi , tubuh itu bangkit setelah jatuh.. "Nyawa ayah prioritasku" "Jangan berpura pura , ibu. Jujur lah dalam membenciku" "Jangan bermimpi.. Aku tak pantas disebut kakak" "Aku mati pun , tak ada pengaruhnya untuk hidup kalian! Aku akan mati bahkan sebelum tangan kalian kotor oleh darah ku" "Jangan khawatir , aku sudah terbiasa" " ..... Benar benar terbiasa" Dan dibalik semua itu , ia tak sendirian. "Benar kan~Tuan~?" WARNING!! *KARAKTER DISINI MILIK MONSTA , ENDLESS SUFFER HAHYA MEMINJAM KARAKTERNYA SAJA (ADA BEBERAPA TAMBAHAN KARAKTER DARI AUTHOR) *DILARANG COPY KARNA SAMA DENGAN MENCONTEK! DIDUNIA DIMARAHI MASYARAKAT , DIAKHIRAT DIMARAHI MALAIKAT! *SILAHKAN BERI SARAN DENGAN SYARAT : SOPAN , TIDAK BERTELE TELE , DAN DENGAN BAHASA INDONESIA TENTUNYA *JANGAN LUPA VOTE DAN IKUTI TIAP BAB , OKE!?
You may also like
Slide 1 of 9
Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End) cover
Hanya karena itu kalian membenciku? [Boboiboy Taufan Sad] |Complete cover
Di Balik Kacamata Jingga cover
lost them (On Going)  cover
ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era cover
I'm broken [BHS#1]✓ cover
I Hate Broken Home cover
Rahasia Boboiboy Gempa  cover
Si Pemilik Mata Indah cover

Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)

16 parts Complete

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.