We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dear A ?

Dear A ?

  • WpView
    Reads 8,479
  • WpVote
    Votes 970
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 27, 2022
WpInfo
Fanfic
Wanna One
Mengikhlaskan bukanlah suatu perkara yang mudah bagi setiap orang. Apalagi ini menyangkut masalah Takdir. Dimensi waktu yang tak mungkin bisa terulang. Arka Putra Davendra, seorang remaja tampan yang hidupnya nyaris saja sempurna. Terlahir dari keluarga kaya raya, tampang yang rupawan juga kecerdasan otak yang tak bisa diragukan lagi. Namun, sebuah peristiwa pahit di masa lalu, telah merenggut semua kesempurnaannya dalam sekejap. Tak ada lagi kebahagiaan yang dapat dirasakannya. Semua orang yang dicintainya pergi begitu saja. Bertahun-tahun ia hidup terkurung di dalam lubang yang gelap. Mencari jalan keluar, yang tak kunjung ia dapatkan. Sampai secercah cahaya datang kedalam lubangnya. Mengulurkan tangan, membawanya keluar dari sana. Membawanya kembali mengenal apa itu kehidupan. Apa itu kebahagiaan. Namun, semua itu hanyalah sementara. Tak seharusnya Arka mengikuti cahaya itu yang malah membawanya kembali masuk ke lubang hitam yang jauh lebih dalam. Sebuah fakta mengejutkan berhasil ia temukan. Lantas fakta apa yang berhasil Arka temukan? Akankah hidupnya menjadi lebih baik, atau malah sebaliknya?
All Rights Reserved
#502
laiguanlin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Jejak Takdir Dan Cinta
  • Behind The Truth [COMPLETED]
  • FIZYA
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • 2| Be Alive [JinHwi][√]
  • I'm okay (END)
  • Not Your Fault [SELESAI]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines