Rengsa : Kami Anak yang Malang

Rengsa : Kami Anak yang Malang

  • WpView
    Reads 584
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Memiliki keluarga yang utuh, harmonis dan bahagia adalah harapan semua manusia. Tetapi, apa semua manusia bisa mendapat keluarga yang demikian? Wregas, seorang anak yatim yang cukup cerdas telah ditinggalkan ayahnya sejak kandungan ibunya berusia 7 bulan. Setelah umurnya dua tahun, ibunya menikah kembali dengan suami orang, ibunya menjadi istri kedua. Sialnya, dia harus tinggal berpisah dengan ibunya sejak umur dua setengah tahun, ia justru tinggal bersama ayah sambung dan istri tuanya. Sahabatnya, Rena memiliki keluarga yang utuh dan menyenangkan, dia cukup dalam materi. Hingga suatu saat, terjadi sesuatu pada keluarga Rena. Karena dekat dan memiliki masalah yang sama, mereka saling menguatkan satu sama lain. Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Semua ini akan terjawab di Rengsa "Kami Anak yang Malang".
All Rights Reserved
#33
cerpensedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Living Conditions BROKEN HOME
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Sámpái Jumpá :) [Tamat]
  • Semua Belum Usai [END]
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Tulisan Ayra [SELESAI]
  • A Difference 'Family version' - END
  • Salah Target [Unpublish]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines