INSIPIDE

INSIPIDE

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2020
Ia tersungkur. Kini sebuah pukulan mendarat di bahunyaa. Sakittttt, rasa ngilu menjalar ke seluruh tubuhnyaa. Nyeri tak tertahankan dihatinya. Tetesan air mata mulai tumpahh. Pikirannya kalut tak karuan. Belum habis air matanyaa, ia kembali tersungkur. Tenaga kuat mendorong tubuhnya, membuat ia terjatuh ke sudut lantai. Kini ia tertegun dalam diam, tangisannya tak dapat lagi keluar, air matanya tertahan batinnya tertekann, ini bukanlah hal yg mudah, apalagi untuk perempuan. Anak perempuan yan rapuh dan mudah jatuh, tapi ia seorang yang tangguh. Anak itu tak mengerti arti keluarga. Ibunya tak menginginkannya dan ayahnya membencinya. Lengkap sudah penderitaannya. Ia ingin mengakhiri lingkaran setan yang tak berkesudahann. Tapi bagaimana ? Ia sendirian, teman ? Semua lari berhamburan tak ada yang merangkulnya saat ia kesulitan. Ia bangkit sendirian dengan segenap kekuatan, keteguhan hatinya membuatnya bertahan tentang kehidupann. Ini kisah tengtangku, Tentang bagaimana aku menghadapi kehidupan Yang dipenuhi sakit dan keputus asaan :" Kumohon bacalahh Tapi tolongg jangan menangis :) Boleh jadi ada yang menghadapi kesulitan tak berkesudahan lebih dari apa yang aku rasakan :" Selamat membaca kisahku :) semoga kau mendukungku lebih dari keluargaku :" . . . . . saturday, 01-02-2020 . chocolave_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • REGATHAN [END]
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Stop It, Darka! [END]
  • AYAH, AKU ANAKMU (TERSEDIA DI SHOPEE)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • MOYRI BERLIZHA
  • M E M O R Y  (On Going)

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines