Still My Home

Still My Home

  • WpView
    Reads 112,360
  • WpVote
    Votes 8,870
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 11, 2022
"Sayang, dengerin aku!" aku membalikan tubuh Cyara. "Aku akui aku salah, Zaskia tadi datang, suaminya selingkuh, dia bilang dia hanya butuh teman bicara untuk mendengarkan keluh kesahnya, aku gak banyak menanggapi karena memang bukan urusan aku dan aku sama sekali gak tertarik untuk ikut campur," kataku. "Pelukan itu bukan aku yang memulai," "Tapi kamu akhirnya menikmatinya, kan?" sambarnya. Aku diam karena memang akhirnya aku membalas pelukan Zaskia. "Itu tandanya kamu masih perduli sama dia, Mas," katanya masih dalam isakan. "Ketika dia butuh seseorang untuk bicara kamu ada, ketika dia butuh seseorang untuk berkeluh kesah kamu bersedia mendengarkannya. Sementara aku? Untuk ditemani melakukan program kehamilan saja rasanya aku sulit memintanya sama kamu, terkadang kamu selalu terlihat tidak perduli, kamu selalu memiliki seribu alasan," katanya sambil terisak. Iya aku mengakui hal itu. Itu semua salahku. Seandainya saja aku iyakan keinginannya mungkin hal ini tidak akan terjadi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMBUAT SUAMI MENYESAL
  • GENRENYA SALAH! (Tamat)
  • My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel)
  • limited to friends or falling in love '?'
  • KEAJAIBAN IV
  • My Husband Is A Cold Man
  • Disguise... [END]
  • Waiting For You
  • Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
  • Sesal Yang Terlambat

"Ya ampun, Mbak mau ikut kondangan apa ngelayat?" tawa Mita pecah saat melihatku keluar dari kamar, kulihat Mama pun terkikik entah apa yang lucu. Sementara Mas Bram hanya menghela nafas. "Ma-maaf aku cuma punya ini," jawabku. Penampilan Mita sama Mama memang sangat cantik dan elegan seperti artis yang sering kulihat di tivi, sangat berbeda jauh denganku. "Bram, Bram, Mama gak habis pikir dipelet apa kamu sama Naya sampai punya istri kayak gini, udah miskin kampungan lagi," ketus Mama. "Coba lihat Abangmu, Fatir sudah punya istri cantik, kaya pula. Gak salah memang Abangmu pilih istri."

More details
WpActionLinkContent Guidelines