About Us : Park Jisung NCT (on Going)

About Us : Park Jisung NCT (on Going)

  • WpView
    Membaca 210
  • WpVote
    Vote 30
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Nov 19, 2020
Ini tentang kita, cerita dimana aku dan kamu yang pernah disatukan namun terpisah karna egois nya dirimu Ini tentang kita dimana aku yang mulai menutup hati dengan rapat namun dengan seenaknya kau kembali kehidupku Kau tau kan bahwa rencana tuhan lebih indah dari yang kau pikirkan aku bahkan tak berpikir bahwa kami akan bertemu lagi dengan keadaan yang berbeda ------------------------------------------------------ Alena Putri Wijayanti seorang wanita yang berumur 24 tahun itu sudah tak percaya dengan kata 'cinta' " ur kidding me? Gue udh blang brapa kali jangan terlalu bodoh dan pecaya sma cowo, see lo liat sendiri dah gue mau balik males gue denger bacotan lo" ___________________________________________ Jirga Harsya Attaqi seorang lelaki yang pernah ada di kehidupan alena adalah alasan alena tak percaya kata ' cinta' " gue minta maaf len, i'm sorry gue tau gue nyakitin lo, gue tau makanya gue minta maaf okay, gue janji bakal bangun kepercayaan lo lagi" "sorry, ngebangun kepercayaan yang udah lo hancurin itu ga semudah ngebalik telapak tangan" ___________________________________________ langsung baca aj okay
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#724
jaehyun
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • ~~ ' My Heart ♡
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • ALENA &  ALDO
  • Arkana [COMPLETED]�✔️
  • POLARIS
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • HILDAN'S STORY

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan