THE RESTO

THE RESTO

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 12, 2020
Arkan adalah lelaki yang memiliki restoran kecil. Setelah berbulan-bulan tidak ada kemajuan dengan penghasilannya, Arkan mendengar bahwa terdapat Kedai kopi baru di sebrang restoranya. Dan, Arkan melihat Kedai kopi tersebut ramai di kunjungi pelanggan. Apa jadinya, apabila Arkan tahu bahwa pemilik Kedai kopi tersebut adalah mantan kekasihnya sewaktu SMA? - "Emm ... Lu mau gak? Kerjasama bareng gue." Mr. TAI "Satu syarat," Ms. EE
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • guru yang menyukai murid
  • DOSENKU HOT SUGAR DADDY
  • MINE (SELESAI)
  • Three Little Words [TAMAT]
  • Suami Satu Semester (SUDAH TERBIT)
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Angkatan Tua (𝘌𝘕𝘋)
  • My Handsome Devil
  • ARKANYA

Bab 1 - Guru Baru Bernama Arga SMA Nirwana kedatangan guru baru Bahasa Indonesia: Arga Mahendra, pria 28 tahun, berwajah tenang dan penuh wibawa. Meski belum menikah, sikapnya dewasa dan penuh pengertian, membuat banyak siswa segan namun penasaran. Di kelas XII-3, seorang siswi bernama Tara Kirana dikenal bandel, tapi cerdas. Hobinya menulis puisi satir dan mengganggu guru. Namun saat bertemu Pak Arga, ia menemukan lawan yang tak mudah dipatahkan. --- Bab 2 - Esai yang Membuka Luka Dalam tugas ujian akhir semester, Tara menulis esai berjudul: "Guru yang Tak Pernah Tahu Aku Sedang Jatuh Cinta." Arga membacanya larut malam. Kalimat-kalimatnya tajam dan jujur. Ia tak tahu harus tersenyum atau khawatir. > "Kau tahu rasanya mencintai seseorang yang bahkan tak boleh kau tatap lebih lama dari lima detik?" Bab 3 - Kopi, Kelas, dan Kode Diam Kedekatan perlahan tumbuh. Tara mulai sering membantu di perpustakaan, hanya agar bisa melihat Arga lebih lama. Arga mulai gelisah, tapi tak bisa mengusir Tara. Mereka berbicara tentang sastra, tentang kehidupan, dan tentang kehilangan. Namun semua masih dalam batas guru-murid... sejauh mungkin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines